Tanggung Jawab Siapa?

Anton’s note: this zealous post was written on December 25th, 2009. What was the motivation behind it? It escaped my memory.

Sebenarnya, tanggung jawab siapakah tindakan seseorang? Siapa yang harus menanggung konsekuensi tindakan seseorang? Umumnya, jawaban pertama untuk pertanyaan itu adalah: orang itu sendiri. Tetapi kemudian persoalan akan menjadi semakin sulit saat orang yang melakukan tindakan itu adalah suatu elemen dari sebuah kelompok atau hirarki tertentu. Jika tindakan itu adalah hasil sebuah perintah, maka orang yang memberikan perintah bertanggungjawab atas tindakan itu. Tidak, bahkan apapun yang dilakukan oleh seorang hamba (mungkin halusnya bawahan) adalah tanggung jawab dari tuannya (mungkin kasarnya atasan atau ketua atau kepala). Karena itulah, seorang tuan harus memiliki kontrol yang kuat terhadap hambanya sehingga tidak “kecolongan”, sebab tuan itu akan dihukum oleh tuannya (otoritas lebih tinggi) jika hal itu terjadi.

Lalu, bagaimana cara menentukan siapakah seorang tuan ? Pada sebuah organisasi dengan hirarki yang jelas, maka pemimpin dapat ditentukan dengan mudah. Tetapi seorang tuan sesungguhnya kadang tidak terlihat dalam sebuah hirarki. Tuan, adalah orang atau kaum yang memiliki kekuasaan (power) atas para hamba. Tuan akan menentukan apa saja yang boleh dan tidak boleh hambanya lakukan, dan mengawasi hambanya sehingga tidak melakukan penyimpangan, karena dari tuan inilah pertanggungjawaban akan diminta. Dalam sebuah perusahaan, tuan sesungguhnya adalah pemegang saham, karena mereka memiliki kekuasaan paling besar. Bagaimana dalam sebuah negara?

Apakah sebuah negara dikuasai pihak eksekutif yang menjalankan suatu negara? Atau pihak legislatif yang menciptakan peraturan-peraturan yang harus dijalankan justru adalah tuan dari negara itu? Atau pihak yudikatif yang mengontrol dan mengawasi adalah sang tuan? Jadi, salah satu dari tiga pihak itu adalah yang memiliki kekuasaan terbesar dan harus bertanggungjawab? Saya rasa bukan. Karena sebenarnya pemegang kekuasaan terbesar dalam sebuah negara adalah rakyat. Sebab itu segala tindakan yang dilakukan oleh pemerintah harus rakyat awasi dan kontrol. Bukan saja karena rakyat berhak, tetapi karena rakyat, sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, bertanggungjawab atas segala tindakan perwakilan yang mereka berikan kepercayaan.

Jadi, diam saja saat pemerintah melakukan kesalahan adalah salah. Karena dari kita pertanggungjawaban akan diminta. Selalu ingat bahwa kita bukanlah buruh yang menerima perintah, tetapi seorang penguasa negara yang pertanggungjawabannya akan diminta. Jangan bersikap tidak perduli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s