Pesan dari Revolusi Hijau India

India
Image via Wikipedia

(Post ini dibuat pada masa ulangan umum kelas XI, ternyata ga sempet di publish dan numpuk di draft)

Kemarin saya melihat sebuah acara dokumentasi di TV (padahal lagi ulangan umum, masih sempet aja nonton -_-). Ceritanya tentang para petani di India yang bunuh diri.

Di situ dibilang, selama ini kasus bunuh diri para petani di India sangat sedikit, tetapi sejak revolusi hijau, kenaikan angka bunuh diri sangat drastis.

Revolusi Hijau adalah sebuah modernisasi besar-besaran usaha pertanian di India, melepaskan India dari keterbatasan pangan. Hampir semua aspek pertani

an dimodernisasi menjadi cara Barat: bibit-bibit unggul diimpor, pupuk-pupuk kimiawi diperkenalkan, irigasi modern diterapkan, bahkan pembuatan sumur pun dibuat lebih sophisticated. Dan India telah berubah dari “pengemis” makanan menjadi peng-ekspor makanan. Lihat sini.

Loh, lalu kenapa malah petani bunuh diri?

Ternyata revolusi hijau itu membawa efek lain yang tidak dipikirkan sebelumnya. Penggunaan pupuk yang terus menerus dan pestisida kuat telah meracuni tanah dan air. Irigasi besar-besaran membuat kandungan nutrisi alami dalam tanah hilang. Penyedotan air tanah dalam jumlah besar membuat persediaan air dalam tanah menipis sehingga air laut masuk dan membuat tanah menjadi asin. Penggunaan beberapa jenis varietas unggul yang tidak alami dan secara terus menerus juga ikut berperan dalam membuat tanah menjadi tidak subur lagi. Memang para petani mendapatkan kekayaan yang besar dari panen yang berlimpah, India tidak lagi kelaparan. Tetapi efek yang tidak terlihat baru bisa dirasakan lama setelah masa panen besar. India bukan hanya bisa mengalami kelaparan hebat lagi, tetapi sekarang kekeringan besar juga mengancam karena supplai air dalam tanah menipis. Kemudian, para petani setiap tahun menambah terus modalnya untuk membeli peralatan, pupuk, dan irigasi, dengan meminjam uang dari lintah darat, padahal hasil panen terus menurun. Dan saat mereka tidak bisa membayarnya, bunuh diri adalah jaan yang mereka tempuh. Penggunaan pupuk dan pestisida juga telah membuat hampir semua sumber air di India tercemar, bahkan beberapa desa agrikultur dianggap serupa dengan tragedi Bhopal. Suatu masalah yang berlipat.

Kadang memang kita harus membiarkan alam bekerja dengan sendirinya. Hidup harmonis dengan alam adalah pilihan yang lebih baik daripada harus memaksa alam memuaskan kita.

Jadi, apakah kejayaan sementara pantas untuk ditukar dengan masa depan anak cucu kita?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s