Children of Men (2006)

Bayangkan dunia tanpa tangisan bayi…

Bayangkan dunia tanpa tawa anak-anak…

Saat tidak ada lagi manusia yang terlahir ke bumi…

Saat semua pria meratapi hari-hari kehidupannya mengetahui

tidak akan ada seorangpun yang mewarisi nama belakangnya…

Saat wanita tidak lagi merasakan sakit bersalin…

Itulah dunia dalam cerita Children of Men karya sutradara Alfonso Cuarón dimana kemandulan telah menjangkiti seluruh dunia, meninggalkan dunia dalam keadaan kacau dan Inggris Raya sebagai satu dari sedikit pemerintahan yang masih berfungsi di dunia. Cerita dimulai dengan pemberitaan kematian pria termuda di dunia, Baby Diego, yang berumur 18 tahun. Pembunuhan Diego oleh seorang fans yang ia tolak beri tanda tangan menjadi sorotan media dan membuat banyak orang merasa terpukul. Cerita dilanjutkan dengan tokoh utama kita, Theo Faron, yang diperankan oleh Clive Owen (my favourite actor! ^o^), seorang mantan aktivis yang telah berhenti perduli pada dunia sejak kematian anaknya. Tanpa diduga ia diculik oleh gang Fishes yang dipimpin oleh istrinya yang telah lama menghilang. Theo diminta untuk mengantar seorang anak bernama Kee yang kemudian diketahui sedang mengandung, satu-satunya wanita yang mengandung setelah dua puluh tahun! Theo kemudian terjebak dalam petualangan berbahaya untuk menyelamatkan Kee dan anak dalam kandungannya sampai ke sebuah kapal organisasi misterius bernama Tomorrow. Apakah ia akan berhasil? Apakah umat manusia memiliki harapan? silakan nonton sendiri^^.

Cerita di dalam film ini bisa dibilang menyimpan pesonanya tersendiri. Cerita mengenai kelahiran sebagai lambang harapan yang ditunggu-tunggu manusia, tetapi justru dibahayakan oleh keserakahan dan nafsu berkuasa manusia sendiri. Kekacauan dunia yang membawa ketakutan kemudian melahirkan kebencian. Pertolongan justru datang dari orang-orang yang dianggap sebagai kaum tersisih. Aksi yang menegangkan dan suasana hening yang mencekam dipadu dengan baik bersama percikan harapan dan kekejaman membuat film ini patut diacungi dua jempol.

Ada satu adegan yang bahkan sampai detik ini saya masih ingat, yaitu adegan setelah Theo keluar dari cafe dan ada bom yang meledak di dekatnya. Adegan itu dibuat sedemikian rupa dengan diawali atmosfer yang sangat tenang dan tiba-tiba dikejutkan dengan ledakan keras bom, sehingga bahkan setelah saya mengulang menonton beberapa kali adegan itu saya tetap terkejut. Gaya unik “single-shot action sequences” yang dipakai dalam film, yang membuat kesan seolah kita sedang melihat kejadian nyata yang tidak direkayasa kamera, juga membuat penonton semakin ternganga.

Jadi, nonton, deh! ^_^

3 thoughts on “Children of Men (2006)

  1. yg aq g ngerti dari film tsb adlh adanya org2 muslim d situ dan tulisan arab ‘intifada’ dmana2, itu mxudnya ap?? hubngannya ap dg film tsb?? q g bgitu mmahmi isi crita d film itu!!

    1. oh saya kurang perhatiin tuh.
      orang2 muslim bukannya banyak keluar saat ada perang di kota ya? kyknya lagi mau ada pemberontakan begitu lawan Inggris.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s