Sekolah Sekolah Sekolah

Apa gunanya sekolah? Rasanya pertanyaan itu tidak sedikit dilontarkan oleh teman-teman saya. Jawaban untuk membalasnya kemungkinan besar berputar di sekitar bekal kerja, modal masa depan, dan mencari teman. Lalu pertanyaan selanjutnya adalah, seperti yang Putri Natasha tanyakan: Kenapa saya harus belajar integral, padahal saya mau bekerja di bilang kuliner? (tentu saja bisa diganti pelajaran lain dan pekerjaan lain) Jawaban yang dipaksakan mungkin adalah,”Integral berhubungan dengan formula dalam takaran bahan pembuatan makanan sehingga resep menjadi sempurna”…omong kosong. Akuilah, mempelajari integral tidak mempengaruhi kemampuan memasak. Terlebih lagi ada pelajaran-pelajaran lain yang dianggap “omong kosong tidak berguna” seperti: seni, bahasa asing, olahraga, PPKn, dan PLKJ. Dan seperti yang Mr.Hosten pernah katakan: Untuk menjadi seorang manajer perusahaan tidak perlu mempelajari teknis pembuatan produk, cukup memanggil dan membayar orang yang mengerti dan ahli dalam bidang itu. Jadi, mengapa anak sekolah harus mempelajari dan mempertanggungjawabkan nilai subjek-subjek yang tidak mereka perlukan di masa depan nanti?

Mungkin kita harus melihat sekolah secara berbeda. Tugas utama seorang pelajar adalah belajar. Akan tetapi, apa yang harus dipelajari? Menurut saya subjek-subjek pelajaran itu justru bukan yang sebenarnya dipelajari. Mereka hanyalah samaran dari hal yang lebih penting.

Sekolah berfungsi sebagai tempat kita bisa bertemu banyak orang dengan latar belakang dan gaya berbeda. Tempat dimana kita bisa mencari teman dan mungkin koneksi. Sekolah juga berfungsi sebagai tempat penanaman nilai-nilai sosial, seperti: kesopanan, menghormati orang tua, menghargai perbedaan, dan lain-lain. Di samping itu, bahkan mungkin yang paling penting, sekolah juga berfungsi sebagai miniatur kehidupan nyata.

Sekolah memberikan banyak pilihan mata pelajaran yang bisa dipilih yang harus dipelajari, yang diajarkan oleh guru, yang kemudian akan dites melalui ulangan, dan kemudian memberikan nilai sebagai evaluasi serta penentu nasib sang murid. Kadang ada mata pelajaran yang tidak kita minati, bahkan benci. Kadang ada guru yang tidak kita favoritkan, bahkan tidak sukai. Kadang kita malas untuk belajar, tidur di sekolah, bolos pelajaran, kemudian ulangan datang dan nilai ulangan kita mengecewakan. Bila kita lihat dalam kehidupan nyata, hal-hal itu sebenarnya terjadi juga dalam bentuk yang berbeda. Ada hal-hal yang kita nikmati dan sukai untuk menjalaninya, dan ada juga hal-hal yang tidak kita inginkan, tetapi harus tetap kita jalani. Ada orang-orang yang menyebalkan yang memberikan perintah, namun harus kita patuhi. Kadang kita melakukan kelalaian, dan konsekuensinya harus datang menimpa.

Sekolah ingin kita berusaha, dan nilai yang kita dapatkan mengukur seberapa banyak kita telah berusaha. Sekolah mengajarkan kita untuk menghadapi kegagalan, menghujam diri kita dengan penyesalan, sebelum di dunia nyata nanti kita dihadapkan pada kegagalan dan konsekuensi yang lebih menyakitkan.

Bersyukurlah jika saat ini anda masih dalam sekolah baik TK, SD, SMP, SMA, atau kuliah. Karena sekarang, seperti vaksin, anda sedang dibiasakan dengan potongan kecil dari masalah dalam dunia nyata, sehingga anda menjadi kebal dan kuat nantinya.

^_^

2 thoughts on “Sekolah Sekolah Sekolah

  1. SETUJU!!!
    sekolah —> mengasah otak —-> latihan menghadapi masalah baik yg diminati maupun tidak..

    ntar kalo kerja kan walaupun bidangnya diminati, kadang2 ada hal lain didalamnya yg tidak kita sukai tapi HARUS dikerjakan..

    wuhuuu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s