Kata-Kata Terakhir Untuk SMUKI PIXEL

versi tanpa sensor

Setahun Bersama SMUKI PIXEL

Pertama kali saya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler fotografi  adalah saat saya kelas X, tahun pertama saya menjadi anak SMAK 1, tetapi baru pada tahun kedua, setelah terjadi penggantian penyampai materi, sebuah organisasi informal didirikan dalam lingkup ekstrakurikuler fotografi. Sehingga bisa dikatakan hanya satu tahun saya menjadi anggota organisasi klub fotografi.

Organisasi itu dibentuk atas inisiatif Bapak Nurdin Cahyo, selaku penyampai materi yang masih aktif sebagai fotografer sebuah media cetak, yang berdasarkan pengalamannya mempertimbangkan bahwa pembentukan organisasi fotografi diperlukan sebagai salah satu pembelajaran menjadi fotografer di dunia nyata. Saya, sebagai salah satu dari  tiga orang anak kelas XI, mengajukan diri dan dipercaya menjadi ketua dalam organisasi yang kemudian diberi nama SMUKI PIXEL ini.

Saya berada di dalam fase ketika SMUKI PIXEL masih menjadi bayi, yang berjalan dengan baik pun belum mampu. Saya belum memiliki pengalaman mengelola organisasi apapun dan tiba-tiba diberi tanggung jawab untuk memulai sebuah organisasi dari awal. Saya ikut serta dalam mengambil langkah-langkah awal: susunan keanggotaan mulai dibentuk, anggaran mulai diperkirakan, dan rencana-rencana kegiatan mulai dipikirkan. Banyak masalah yang terjadi, salah satunya yang paling saya ingat adalah masalah saat merencanakan kegiatan untuk pergi ke Kota Tua. Kami harus mencocokkan jadwal semua anggota, mencari sarana transportasi, mengatur susunan acara, membuat anggaran, dan kemudian memasukkannya ke dalam proposal kegiatan. Semua hal itu tidak mudah, terutama karena kami belum memiliki pengalaman melakukannya, dan pada akhirnya rencana itu harus dibatalkan karena proposal ditolak oleh Pak Bayu karena mengkhawatirkan keselamatan kami. Saya masih ingat ketika dia bilang anak-anak SMAK 1 kelas X waktu itu menyeberang jalan saja belum bisa, di jalan raya malah berjalan di tengah, tidak pernah naik kendaran umum, dan tidak mengenal sopan santun dalam masyarakat. Di samping masalah, ada juga keberhasilan yang menggembirakan, salah satunya adalah keberhasilan kami menyelenggarakan pameran foto dalam acara pagelaran seni, sebuah keberhasilan yang membuat saya secara pribadi merasa bangga. Dalam pameran foto itu juga saya pernah merasa sangat marah saat salah satu foto anggota saya dibatalkan keikutsertaannya dan diganti oleh foto Stephan** W****** (mungkin sejak hari itulah saya tidak pernah menyukainya). Saya merasa bahwa acara ini adalah acara SMUKI PIXEL dan memang untuk mempertunjukkan karya anak-anak SMUKI PIXEL. Saya sangat emosional dan merasa anggota saya sudah seperti anak saya (tidak bohong) yang akan saya bela. Anggota saya sudah bekerja keras untuk menghasilkan sebuah foto, dan foto itu menunjukkan usahanya, sekalipun kualitasnya tidak sempurna.

Harapan saya di masa depan adalah agar SMUKI PIXEL bisa menjadi organisasi formal dengan payung legalitas di dalam SMAK 1, dan memiliki badan kepengurusan yang solid dan terorganisir dengan baik, serta kalau bisa tidak berada di bawah OSIS. Lebih dari itu, saya sangat berharap SMUKI PIXEL bisa mengadakan pameran sendiri di luar SMAK 1 dengan mandiri tanpa bantuan SMAK 1 dan bahkan mendapatkan pengakuan dari pihak luar. Lebih gila lagi, saya berharap agar nama SMUKI PIXEL lebih dikenal dari nama SMAK 1.

Akhir kata, Tuhan telah mempertemukan saya dengan organisasi ini beserta orang-orang baik di dalamnya, dan sudah saatnya saya harus meninggalkannya. SMUKI PIXEL telah memberikan saya pengalaman yang berharga dalam berorganisasi, memperkenalkan saya pada banyak orang, dan memberikan saya kenangan yang tidak bisa saya lupakan, yang merupakan hal-hal yang lebih penting daripada pengakuan tertulis. Saya berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya, terima kasih kepada Bapak Nurdin Cahyo sebagai mentor saya, terima kasih kepada Bapak Bayu yang telah membantu organisasi kami, terima kasih kepada Ivan Ciptadi dan Ricky Gozali yang menemani saya setiap saat, dan terima kasih kepada teman-teman pengurus, serta anggota SMUKI PIXEL. Haubert, Cherry, SB, Stella, Kelly, Ray, Joseph, Teddy, Ken, Wendy, Kevin, Lorens, Natasha 1, Natasha 2, Jordy, Jessica, Maria, Galvina, terima kasih. Saya mohon maaf atas kesalahan dan ketidakmampuan saya. Siapa sih yang akan mengingat Anton pernah menjadi ketua? Tidak ada. Saya hanya orang dalam mimpi, yang dilupakan setelah mimpi usai, tetapi anggota-anggota saya tidak akan saya lupakan.  Mereka adalah anak-anak dengan seragam berbeda dalam satu sekolah (biasanya saya tidak suka junior-junior) yang saya sayangi dan ingin saya lindungi. Saya tahu saya belum menjadi pemimpin yang baik, saya minta maaf.

Begitu banyak rasa yang tidak bisa saya tunjukkan, apalagi tuliskan.

Terima kasih, SMUKI PIXEL!

6 thoughts on “Kata-Kata Terakhir Untuk SMUKI PIXEL

  1. Anton, aku minta maaf ya. Tapi jatah yang dikasih memang cuma sedikit, makanya harus aku potong kesan-pesan kamu yang kemarin kamu kasih.

    Hehe…tapi memang kepanjangan sih…

    —Mire lupa siapa yang pegang kendali di dunia ini–

  2. anton!
    gue baru tau kalo ada organisasi bernama smukie pixel.
    gila, parah banget gue.😦

    eh anw, semoga smukie pixel bisa tambah solid dan punya badan kepungurusan resmi.
    cuma kalo berada di luar osis, ga mungkin ton.
    soalnya dari dulu tuh satu-satunya organisasi yang diakui oleh sekolah kita cuma osis. the one and only.
    ini nyata, soalnya gue sempat berpikir membuat smukiez choir berdiri sendiri tanpa dinaungi osis.
    tapi ga mungkin karena kalimat “satu-satunya organisasi yang ada di sekolah” dikeluarkan oleh smukie nomor 1. ;p
    tapi gue setuju dengan harapan lo tentang membuat smukie pixel jauh lebih terkenal dari smukie, gue berharap tentang hal yang sama dengan smukiez choir. hahaha.

    semangat smukie pixel!🙂

    1. Aduh, hamba merasa terhormat mendapat komen dari Presiden Paduan Suara SMAK 1!
      (jauh lebih penting dari komen Mire, Mayor of Weirdosville)

      Wah, memang kita satu pikiran ya.
      Sama-sama merasakan mendapat dan melepaskan jabatan yang terhormat.
      Tapi Smukiez Choir kan sejarahnya udah seperti SMAK 1 sendiri, pasti lebih repot ngurusnya ya, Geb?!
      Selamat jalan, Nyonya Gabriel! Kamu telah melakukan lebih baik dari yang kamu tahu, berjuang lebih keras dari yang kamu rasakan, dan mencapai lebih jauh dari yang kamu kira.

      P.S:Udah lama ya, Geb, lu ga update dunia lu.

      1. Ah, komen itu berasal dari Mantan Presiden, Ton.😉
        Saya kan sudah turun jabatan, hahaha.

        Hmm, bukan lebih repot Ton.
        Lebih gimana yah..
        Smukiez Choir kan anggotanya banyak (maksudnya anggota-anggota yang udah jadi alumni juga, jadi kesannya jadi banyak dan gede gitu), jadi pada akhirnya gue bukan cuma bertanggung jawab sama anggota yang sekarang, tapi juga bertanggung jawab sama mereka, karena yah mereka kan bagian dari paduan suara ini juga walaupun secara fisik mereka tidak berada sama gue.

        Akhirnya, gue kayak dikejar-kejar target untuk memenuhi harapan mereka (apalagi, sejujurnya kami–1 angkatan atas bawah dan angkatan kita– sempat berada pada fase jatuh yang sejatuh-jatuhnya), jadi agak-agak susah di situ.
        Cuma sepertinya sudah mulai recover.🙂
        Doakan saja bisa jadi lebih maju dari dulu yah.

        Oh iya, emang sempet ditinggal lama gitu blognya, sekarang mencoba kembali “eksis” di blog kok. Hahahaha.

    1. Thx juga Mire!
      (Berikut ini hanya Mire yang bisa ngerti) Yang masuk dunia anton meskipun tadinya jelek selalu berubah jadi hal positif ya?! Karena ada filter dan konverter perubah kutuk menjadi berkat sih. Hahaha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s