A Fusion of Song for Agent 32

Lately, our dear Agent 32 of ASS (Anton Secret Service) has been very sad because of a problem on her previous mission. She saved the day from another evil genius, but she lost her dog on action.

So, I fused a song just for her. Listen to me!

When Love Songs Collide

Woman:

I’ve locked my heart
I keep my feelings there
I have stocked my heart
Like an icy Frigadere
For I need to care for no one
That’s why I’m through with love

Man:

There’s nothing you can do that can’t be done.
Nothing you can sing that can’t be sung.
Nothing you can say, but you can learn how to play the game.
It’s easy…

Women:

I could use some direction
And I’m open to your suggestions

Man:

All you need is love.
All you need is love.
All you need is love, love.
Love is all you need.

Oh why you look so sad
The tears are in your eyes
Come on and come to me now
Don’t be ashamed to cry
Let me see you through
Cause I’ve seen the dark side too

When the night falls on you
You don’t know what to do
Nothing you confess
Could make me love you less

Woman:

Everytime I take a step ahead into the future
Sometimes I’m still stuck on that’s left behind
Everytime I think of what you said which had a meaning
Sometimes I keep thinking if you were right

listen all together let us sing

Why are people running,why are people hiding
Why are people crying for this love
Why are people running,why are people hiding
Why are people crying for this love

Man:

There’s nothing you can know that can’t be known.
Nothing you can see that isn’t shown.
No where you can be that isn’t where you’re meant to be.
It’s easy…

Man and Woman:

All you need is love.
All you need is love.
All you need is love, love.
Love is all you need.

(Repeat until tired)

-Fin-

Songs: I’m Through with Love (Diana Krall), All You Need is Love (Lynden David Hall ), Way Back Into Love (Hugh Grant), I’ll Stand by You (Rod Steward), Why are People Running (Boris).

This song turns out to be fantastic! The only problem is it’s probably not meant to be played…or heard…-_-“

Advertisements

Children of Men (2006)

Bayangkan dunia tanpa tangisan bayi…

Bayangkan dunia tanpa tawa anak-anak…

Saat tidak ada lagi manusia yang terlahir ke bumi…

Saat semua pria meratapi hari-hari kehidupannya mengetahui

tidak akan ada seorangpun yang mewarisi nama belakangnya…

Saat wanita tidak lagi merasakan sakit bersalin…

Itulah dunia dalam cerita Children of Men karya sutradara Alfonso Cuarón dimana kemandulan telah menjangkiti seluruh dunia, meninggalkan dunia dalam keadaan kacau dan Inggris Raya sebagai satu dari sedikit pemerintahan yang masih berfungsi di dunia. Cerita dimulai dengan pemberitaan kematian pria termuda di dunia, Baby Diego, yang berumur 18 tahun. Pembunuhan Diego oleh seorang fans yang ia tolak beri tanda tangan menjadi sorotan media dan membuat banyak orang merasa terpukul. Cerita dilanjutkan dengan tokoh utama kita, Theo Faron, yang diperankan oleh Clive Owen (my favourite actor! ^o^), seorang mantan aktivis yang telah berhenti perduli pada dunia sejak kematian anaknya. Tanpa diduga ia diculik oleh gang Fishes yang dipimpin oleh istrinya yang telah lama menghilang. Theo diminta untuk mengantar seorang anak bernama Kee yang kemudian diketahui sedang mengandung, satu-satunya wanita yang mengandung setelah dua puluh tahun! Theo kemudian terjebak dalam petualangan berbahaya untuk menyelamatkan Kee dan anak dalam kandungannya sampai ke sebuah kapal organisasi misterius bernama Tomorrow. Apakah ia akan berhasil? Apakah umat manusia memiliki harapan? silakan nonton sendiri^^.

Cerita di dalam film ini bisa dibilang menyimpan pesonanya tersendiri. Cerita mengenai kelahiran sebagai lambang harapan yang ditunggu-tunggu manusia, tetapi justru dibahayakan oleh keserakahan dan nafsu berkuasa manusia sendiri. Kekacauan dunia yang membawa ketakutan kemudian melahirkan kebencian. Pertolongan justru datang dari orang-orang yang dianggap sebagai kaum tersisih. Aksi yang menegangkan dan suasana hening yang mencekam dipadu dengan baik bersama percikan harapan dan kekejaman membuat film ini patut diacungi dua jempol.

Ada satu adegan yang bahkan sampai detik ini saya masih ingat, yaitu adegan setelah Theo keluar dari cafe dan ada bom yang meledak di dekatnya. Adegan itu dibuat sedemikian rupa dengan diawali atmosfer yang sangat tenang dan tiba-tiba dikejutkan dengan ledakan keras bom, sehingga bahkan setelah saya mengulang menonton beberapa kali adegan itu saya tetap terkejut. Gaya unik “single-shot action sequences” yang dipakai dalam film, yang membuat kesan seolah kita sedang melihat kejadian nyata yang tidak direkayasa kamera, juga membuat penonton semakin ternganga.

Jadi, nonton, deh! ^_^

Valentine and Chinese New Year

Huhuuuu!!! Sin Cia (Chinese New Year in my father’s language) and Valentine in one day!

Chocolates and Angpao in the same day!

And what makes me very happy today (10-2-1010)?! Guess what! I got a chocolate!

Well of course it had nothing to do with romance in spite of  the fact that a girl gave it. But to know that somebody cares for me enough to make a chocolate for me is already a great reason for me to feel very happy.

Haha…thx Michelle! The chocolate was so sweeet! I love it that way. I’m quite sure it’s not something I can make with common ingredients. I sense a taste of cinnamon, well, just a guess of my dull tongue.

^^

Colorquiz.com

I tried ColorQuiz that Princess Melia suggested. It was just a quiz asking you to choose some colors in your own order and it said it could concluded your personality. Here’s the result:


The next page is quite confusing and has some repetitions. Is it a mistake?

But then again, the result is too abstract and unclear, so that I can’t say it correctly describes me, although there are some right details.

Want to try it yourself? Click here: link

Sekolah Sekolah Sekolah

Apa gunanya sekolah? Rasanya pertanyaan itu tidak sedikit dilontarkan oleh teman-teman saya. Jawaban untuk membalasnya kemungkinan besar berputar di sekitar bekal kerja, modal masa depan, dan mencari teman. Lalu pertanyaan selanjutnya adalah, seperti yang Putri Natasha tanyakan: Kenapa saya harus belajar integral, padahal saya mau bekerja di bilang kuliner? (tentu saja bisa diganti pelajaran lain dan pekerjaan lain) Jawaban yang dipaksakan mungkin adalah,”Integral berhubungan dengan formula dalam takaran bahan pembuatan makanan sehingga resep menjadi sempurna”…omong kosong. Akuilah, mempelajari integral tidak mempengaruhi kemampuan memasak. Terlebih lagi ada pelajaran-pelajaran lain yang dianggap “omong kosong tidak berguna” seperti: seni, bahasa asing, olahraga, PPKn, dan PLKJ. Dan seperti yang Mr.Hosten pernah katakan: Untuk menjadi seorang manajer perusahaan tidak perlu mempelajari teknis pembuatan produk, cukup memanggil dan membayar orang yang mengerti dan ahli dalam bidang itu. Jadi, mengapa anak sekolah harus mempelajari dan mempertanggungjawabkan nilai subjek-subjek yang tidak mereka perlukan di masa depan nanti?

Mungkin kita harus melihat sekolah secara berbeda. Tugas utama seorang pelajar adalah belajar. Akan tetapi, apa yang harus dipelajari? Menurut saya subjek-subjek pelajaran itu justru bukan yang sebenarnya dipelajari. Mereka hanyalah samaran dari hal yang lebih penting.

Sekolah berfungsi sebagai tempat kita bisa bertemu banyak orang dengan latar belakang dan gaya berbeda. Tempat dimana kita bisa mencari teman dan mungkin koneksi. Sekolah juga berfungsi sebagai tempat penanaman nilai-nilai sosial, seperti: kesopanan, menghormati orang tua, menghargai perbedaan, dan lain-lain. Di samping itu, bahkan mungkin yang paling penting, sekolah juga berfungsi sebagai miniatur kehidupan nyata.

Sekolah memberikan banyak pilihan mata pelajaran yang bisa dipilih yang harus dipelajari, yang diajarkan oleh guru, yang kemudian akan dites melalui ulangan, dan kemudian memberikan nilai sebagai evaluasi serta penentu nasib sang murid. Kadang ada mata pelajaran yang tidak kita minati, bahkan benci. Kadang ada guru yang tidak kita favoritkan, bahkan tidak sukai. Kadang kita malas untuk belajar, tidur di sekolah, bolos pelajaran, kemudian ulangan datang dan nilai ulangan kita mengecewakan. Bila kita lihat dalam kehidupan nyata, hal-hal itu sebenarnya terjadi juga dalam bentuk yang berbeda. Ada hal-hal yang kita nikmati dan sukai untuk menjalaninya, dan ada juga hal-hal yang tidak kita inginkan, tetapi harus tetap kita jalani. Ada orang-orang yang menyebalkan yang memberikan perintah, namun harus kita patuhi. Kadang kita melakukan kelalaian, dan konsekuensinya harus datang menimpa.

Sekolah ingin kita berusaha, dan nilai yang kita dapatkan mengukur seberapa banyak kita telah berusaha. Sekolah mengajarkan kita untuk menghadapi kegagalan, menghujam diri kita dengan penyesalan, sebelum di dunia nyata nanti kita dihadapkan pada kegagalan dan konsekuensi yang lebih menyakitkan.

Bersyukurlah jika saat ini anda masih dalam sekolah baik TK, SD, SMP, SMA, atau kuliah. Karena sekarang, seperti vaksin, anda sedang dibiasakan dengan potongan kecil dari masalah dalam dunia nyata, sehingga anda menjadi kebal dan kuat nantinya.

^_^

Not Productive

I’m sorry for my lack of updates.

School has been hectic: try outs and tests took much of my time.

And I used most of my free time playing Braid, watching movies, and sleeping.

And there’s another reason: these recent days I have an illness I cannot understand. My mood changes so fast, from happy to sad, then angry, then happy, then very mad. Sometimes I want to write, but another second I want to slam the keyboard. Result: no post published.

Maybe the school pressure has put my sanity in danger.

Let’s hope I’ll get well as hectic days are decreasing. ^^

Kata-Kata Terakhir Untuk SMUKI PIXEL

versi tanpa sensor

Setahun Bersama SMUKI PIXEL

Pertama kali saya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler fotografi  adalah saat saya kelas X, tahun pertama saya menjadi anak SMAK 1, tetapi baru pada tahun kedua, setelah terjadi penggantian penyampai materi, sebuah organisasi informal didirikan dalam lingkup ekstrakurikuler fotografi. Sehingga bisa dikatakan hanya satu tahun saya menjadi anggota organisasi klub fotografi.

Organisasi itu dibentuk atas inisiatif Bapak Nurdin Cahyo, selaku penyampai materi yang masih aktif sebagai fotografer sebuah media cetak, yang berdasarkan pengalamannya mempertimbangkan bahwa pembentukan organisasi fotografi diperlukan sebagai salah satu pembelajaran menjadi fotografer di dunia nyata. Saya, sebagai salah satu dari  tiga orang anak kelas XI, mengajukan diri dan dipercaya menjadi ketua dalam organisasi yang kemudian diberi nama SMUKI PIXEL ini.

Saya berada di dalam fase ketika SMUKI PIXEL masih menjadi bayi, yang berjalan dengan baik pun belum mampu. Saya belum memiliki pengalaman mengelola organisasi apapun dan tiba-tiba diberi tanggung jawab untuk memulai sebuah organisasi dari awal. Saya ikut serta dalam mengambil langkah-langkah awal: susunan keanggotaan mulai dibentuk, anggaran mulai diperkirakan, dan rencana-rencana kegiatan mulai dipikirkan. Banyak masalah yang terjadi, salah satunya yang paling saya ingat adalah masalah saat merencanakan kegiatan untuk pergi ke Kota Tua. Kami harus mencocokkan jadwal semua anggota, mencari sarana transportasi, mengatur susunan acara, membuat anggaran, dan kemudian memasukkannya ke dalam proposal kegiatan. Semua hal itu tidak mudah, terutama karena kami belum memiliki pengalaman melakukannya, dan pada akhirnya rencana itu harus dibatalkan karena proposal ditolak oleh Pak Bayu karena mengkhawatirkan keselamatan kami. Saya masih ingat ketika dia bilang anak-anak SMAK 1 kelas X waktu itu menyeberang jalan saja belum bisa, di jalan raya malah berjalan di tengah, tidak pernah naik kendaran umum, dan tidak mengenal sopan santun dalam masyarakat. Di samping masalah, ada juga keberhasilan yang menggembirakan, salah satunya adalah keberhasilan kami menyelenggarakan pameran foto dalam acara pagelaran seni, sebuah keberhasilan yang membuat saya secara pribadi merasa bangga. Dalam pameran foto itu juga saya pernah merasa sangat marah saat salah satu foto anggota saya dibatalkan keikutsertaannya dan diganti oleh foto Stephan** W****** (mungkin sejak hari itulah saya tidak pernah menyukainya). Saya merasa bahwa acara ini adalah acara SMUKI PIXEL dan memang untuk mempertunjukkan karya anak-anak SMUKI PIXEL. Saya sangat emosional dan merasa anggota saya sudah seperti anak saya (tidak bohong) yang akan saya bela. Anggota saya sudah bekerja keras untuk menghasilkan sebuah foto, dan foto itu menunjukkan usahanya, sekalipun kualitasnya tidak sempurna.

Harapan saya di masa depan adalah agar SMUKI PIXEL bisa menjadi organisasi formal dengan payung legalitas di dalam SMAK 1, dan memiliki badan kepengurusan yang solid dan terorganisir dengan baik, serta kalau bisa tidak berada di bawah OSIS. Lebih dari itu, saya sangat berharap SMUKI PIXEL bisa mengadakan pameran sendiri di luar SMAK 1 dengan mandiri tanpa bantuan SMAK 1 dan bahkan mendapatkan pengakuan dari pihak luar. Lebih gila lagi, saya berharap agar nama SMUKI PIXEL lebih dikenal dari nama SMAK 1.

Akhir kata, Tuhan telah mempertemukan saya dengan organisasi ini beserta orang-orang baik di dalamnya, dan sudah saatnya saya harus meninggalkannya. SMUKI PIXEL telah memberikan saya pengalaman yang berharga dalam berorganisasi, memperkenalkan saya pada banyak orang, dan memberikan saya kenangan yang tidak bisa saya lupakan, yang merupakan hal-hal yang lebih penting daripada pengakuan tertulis. Saya berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya, terima kasih kepada Bapak Nurdin Cahyo sebagai mentor saya, terima kasih kepada Bapak Bayu yang telah membantu organisasi kami, terima kasih kepada Ivan Ciptadi dan Ricky Gozali yang menemani saya setiap saat, dan terima kasih kepada teman-teman pengurus, serta anggota SMUKI PIXEL. Haubert, Cherry, SB, Stella, Kelly, Ray, Joseph, Teddy, Ken, Wendy, Kevin, Lorens, Natasha 1, Natasha 2, Jordy, Jessica, Maria, Galvina, terima kasih. Saya mohon maaf atas kesalahan dan ketidakmampuan saya. Siapa sih yang akan mengingat Anton pernah menjadi ketua? Tidak ada. Saya hanya orang dalam mimpi, yang dilupakan setelah mimpi usai, tetapi anggota-anggota saya tidak akan saya lupakan.  Mereka adalah anak-anak dengan seragam berbeda dalam satu sekolah (biasanya saya tidak suka junior-junior) yang saya sayangi dan ingin saya lindungi. Saya tahu saya belum menjadi pemimpin yang baik, saya minta maaf.

Begitu banyak rasa yang tidak bisa saya tunjukkan, apalagi tuliskan.

Terima kasih, SMUKI PIXEL!