Gara-Gara Snack

Sebuah cerita usil yang tentunya fiktif

Di suatu hari yang biasa, di bioskop BLITZ GI…ya seperti biasanya. Orang berlalu lalang, ada yang membeli tiket, ada yang duduk menungu teman, ada yang menonton trailer, ada yang menunggu di depan studio, ada yang mencari toilet, dan kegiatan lainnya yang bisa ditemukan di areal bioskop. Ada seorang anak SMA bersama dengan teman-temannya datang untuk menonton sebuah film.

Seperti layaknya anak SMA biasa, mereka tidak begitu mengindahkan peraturan. Mereka sudah membawa berbagai macam makanan ringan sendiri ke dalam studio. Film berjalan seperti biasa, anak-anak SMA itupun menikmati film dan makanan mereka dengan enaknya.

Oh, ada yang lupa saya sampaikan. Pada hari itu, manajer baru mulai bekerja. Ia adalah manajer dengan etos kerja hebat dan beranggapan bahwa peraturan harus diterapkan dengan disiplin dan tidak berkompromi.

Manajer itu melakukan sidak (tidak biasa, bukan?) dan bertemu dengan anak-anak SMA itu yang sedang makan. Tidak boleh membawa makanan atau minuman dari luar bioskop ke dalam studio, dan anak-anak itu sudah melanggarnya.  Dengan tegasnya ia memanggil satpam untuk menyeret mereka keluar dari studio, meskipun mereka sudah meminta maaf dan berjanji tidak akan melakukannya lagi.

Beberapa minggu berlalu, ada pemutaran film premier “Rumah Dara” di sana. Selain dipenuhi oleh orang-orang yang sudah mengantri lama untuk membeli tiket yang harganya lebih mahal dan terbatas itu, juga ada tamu-tamu undangan, serta kru dan bintang yang berperan dalam film itu. Film berlangsung dengan mencekam (memang untuk itu orang datang menonton) dan ketika dalam perjalanan nyaris mendekati klimaks…suara lagu Dufan “teeettottettootteettotteettottet” terdengar dengan sangat keras dalam waktu yang cukup lama, dialog tokoh tidak terdengar, perhatian penonton teralihkan, klimaks terlewatkan. Penonton sangat kecewa dan kesal akan gangguan yang mereka dapatkan, dan tidak sedikit yang memilih untuk keluar dari studio sebelum film selesai. Setelah semua suara menganggu itu berhasil dibungkam, diketahui bahwa sumber suara itu adalah lima sepuluh anak SMA yang membawa alat pengeras suara dan memutarnya secara sengaja untuk mengganggu suasana. Sepuluh anak SMA yang sama yang pernah diusir keluar di paragraf atas.

Alhasil, anak-anak itu diusir, bioskop dirugikan, dan manajer dipecat.

Semua gara-gara Snack.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s