Children See…Children Do…

If you ever think that it is your God given right to ruin your own life, please consider children who will see and do what you do…which means they will also end up ruining their life…

Please, do think and feel the impact to others…more than it does to you…

Note: My teacher showed this video to my class today. My classmates laughed. I can’t see the reason to laugh on such irony…a sad comedy…

Pertengkaran di Sarang

Suatu hari, di sebuah sarang burung, ayah dan ibu burung sedang bertengkar. Sebabnya karena CAR ibu burung negatif (baca: dana belanja habis) dan ayah burung menolak untuk melakukan “bail-out” dan penyuntikkan dana untuk mempersehat keuangan sehingga berdampak sistemik (baca:berantem deh dari ruang tamu, ke dapur, ke kamar, ke semua ruangan). Pertengakaran berlangsung dengan sengit, ayah dan ibu memiliki argumennya sendiri yang sudah didukung dengan data-data yang mereka anggap benar untuk membenarkan alasan mereka. Pertengkaran ini sudah berlangsung lama dan sepertinya tidak akan selesai.

Selagi mereka bertengkar, seekor ular merayap dengan hati-hati ke sarang. Ayah dan ibu yang biasanya berjaga dengan baik, masih saja bertengkar, dan tidak menyadari kedatangan ular. Dengan cepat ular itu melesat melahap anak-anak burung dan pergi secepat mungkin saat ayah dan ibu burung menyadari kehadirannya. Ayah dan ibu burung terkejut, kemudian menangisi kematian anak-anaknya. Tapi apa lagi gunanya? Anak-anak mereka sudah mati.

Mengapa harus bertengkar? Apakah membawa kebaikan?

Gara-Gara Snack

Sebuah cerita usil yang tentunya fiktif

Di suatu hari yang biasa, di bioskop BLITZ GI…ya seperti biasanya. Orang berlalu lalang, ada yang membeli tiket, ada yang duduk menungu teman, ada yang menonton trailer, ada yang menunggu di depan studio, ada yang mencari toilet, dan kegiatan lainnya yang bisa ditemukan di areal bioskop. Ada seorang anak SMA bersama dengan teman-temannya datang untuk menonton sebuah film.

Seperti layaknya anak SMA biasa, mereka tidak begitu mengindahkan peraturan. Mereka sudah membawa berbagai macam makanan ringan sendiri ke dalam studio. Film berjalan seperti biasa, anak-anak SMA itupun menikmati film dan makanan mereka dengan enaknya.

Oh, ada yang lupa saya sampaikan. Pada hari itu, manajer baru mulai bekerja. Ia adalah manajer dengan etos kerja hebat dan beranggapan bahwa peraturan harus diterapkan dengan disiplin dan tidak berkompromi.

Manajer itu melakukan sidak (tidak biasa, bukan?) dan bertemu dengan anak-anak SMA itu yang sedang makan. Tidak boleh membawa makanan atau minuman dari luar bioskop ke dalam studio, dan anak-anak itu sudah melanggarnya.  Dengan tegasnya ia memanggil satpam untuk menyeret mereka keluar dari studio, meskipun mereka sudah meminta maaf dan berjanji tidak akan melakukannya lagi.

Beberapa minggu berlalu, ada pemutaran film premier “Rumah Dara” di sana. Selain dipenuhi oleh orang-orang yang sudah mengantri lama untuk membeli tiket yang harganya lebih mahal dan terbatas itu, juga ada tamu-tamu undangan, serta kru dan bintang yang berperan dalam film itu. Film berlangsung dengan mencekam (memang untuk itu orang datang menonton) dan ketika dalam perjalanan nyaris mendekati klimaks…suara lagu Dufan “teeettottettootteettotteettottet” terdengar dengan sangat keras dalam waktu yang cukup lama, dialog tokoh tidak terdengar, perhatian penonton teralihkan, klimaks terlewatkan. Penonton sangat kecewa dan kesal akan gangguan yang mereka dapatkan, dan tidak sedikit yang memilih untuk keluar dari studio sebelum film selesai. Setelah semua suara menganggu itu berhasil dibungkam, diketahui bahwa sumber suara itu adalah lima sepuluh anak SMA yang membawa alat pengeras suara dan memutarnya secara sengaja untuk mengganggu suasana. Sepuluh anak SMA yang sama yang pernah diusir keluar di paragraf atas.

Alhasil, anak-anak itu diusir, bioskop dirugikan, dan manajer dipecat.

Semua gara-gara Snack.

Anton Couture (Winter)

Inspired by one of Hans Christian Andersen’s works titled “The Little Match Girl”, our beloved designer known for his revolutionary breakthrough has made another unusual piece.

The Little Match Boy

It seems that his previous work was not awkward enough for him that now he has shown another work titled “The Little Match Boy”. Combination of pink flowery blanket, another version of unknown brand sunglasses, and PJ’s, really add unique characteristic of Anton. You can see from his face how happy he was just by looking at the fire of his match. That little boy was having fun looking at all the feasts, fun, and warmth, which were nothing but imagination. An irony to see how happy he was in the last hour of his life before the merciless cold of winter took his breath away. What an eye watering work!

(Multiple version of this picture available. just wait!)

P.S: What do you think of it, Astrid and Astrid’s lil sis?

Oleh-oleh

Yang pertama ini namanya Nougat, kayak permen karamel gitu, dari Australia. Ada yang keras dan garing, ada juga yang lembek-lembek. Tersedia dalam berbagai rasa. Favoritku rasa teh hijau.

Yang kedua itu namanya Chocolate Cracker. Ga tau dibuat dari bahan apa. Di sebelahnya ada tempelan kulkas wanita berpakaian adat asli. Asalnya dari Korea.

Semua itu dibeli saat liburan sekolah kemarin. Apakah sang penulis jalan-jalan ke dua negara itu? Ah, seandainya hal itu benar. Tetapi tidak!

Hahaha…semuanya itu adalah oleh-oleh dari teman-temanku. Yang pertama dari Christian AGR, yang kedua dari Vincent C.

Hikmah dari post ini: lagunya Gita Gutawa itu ada benernya loh.

Tak perlu lah aku… keliling dunia
Biarkan ku disini
Tak perlu lah aku… keliling dunia
Yang penting punya temen yang bakal bawain oleh-oleh dari berbagai belahan dunia…rasanya udah kayak keliling dunia! ^o^Hohoho..

Pakta Dunia Anton

Raja Kerajaan Anton memberikan titah agar semua pengunjung Dunia Anton menyetujui hal-hal berikut:

-Tidak akan membicarakan isi Dunia Anton di dunia lain (termasuk Dunia Nyata) selain di Dunia Anton atau hanya dibicarakan dengan Anton secara empat-mata

-Tidak menyebarkan keberadaan Dunia Anton di dunia lain

Demikian titah ini dibuat dengan alasan sebagai berikut:

-Rahasia Kerajaan Anton tidak boleh sampai ke kerajaan lain, terutama kerajaan saingan.

-Kebudayaan Dunia Anton kadang salah dimengerti dan menyinggung dunia lain yang dapat menyulut ketegangan diplomatik, bahkan perang.

Titah ini tidak berlaku surut dan mulai berlaku mulai saat post ini dikeluarkan

————————————————————————————————————————————————–

Haha… bukan apa-apa yang serius. Ga ditepatin juga ga apa-apa.

Cuman mengajak aja, jangan sampe ada masalah karena blog ini.

Let’s Fall In Love

————————————

I have a feeling, it’s a feeling,
I’m concealing, I don’t know why
It’s just a mental, sentimental alibi

But I adore you
So strong for you
Why go on stalling
I am falling
Our love is calling
Why be shy?

Let’s fall in love
Why shouldn’t we fall in love?
Our hearts are made of it
Let’s take a chance
Why be afraid of it

Let’s close our eyes and make our own paradise
Little we know of it, still we can try
To make a go of it

We might have an end for each other
To be or not be
Let our hearts discover

Let’s fall in love
Why shouldn’t we fall in love
Now is the time for it, while we are young
Let’s fall in love

We might have and end for each other
To be or not be
Let our hearts discover

Let’s fall in love
Why shouldn’t we fall in love?
Now is the time for it, while we are young
Let’s fall in love (4x)

PS: The song was sung already by many artists, the earliest one probably Frank Sinatra. But, I love Diana Krall’s (picture above) voice and the way she sings this song.  Btw, this song was like it was talking to me. That’s why I like it.