Cerita dari BTA 8 (20-12-2009)

Jadi, seorang guru Bahasa Indonesia di BTA 8 hari ini (kumisnya panjang) memberikan sebuah cerita kira-kira seperti ini:

Saya punya 3 anak (kurang jelas anak didik atau anak biologis), kemaren itu tiga-tiganya homestay ke luar negeri. Setiap mereka pergi saya selalu minta oleh-oleh, maksudnya cerita di situ.

—Anak pertama baru pulang dari London. “London kotanya bersih, bagus, orangnya teratur, ga macet kayak di Jakarta. Saya suka London.”

“Lalu, apa obsesi kamu? (maksudnya setelah pergi ada cita-cita apa?)”

“Nanti saya mau pindah ke London.”

—Anak Kedua baru pulang dari Jerman (ga tau kota mana). “Jerman bagus tempatnya, teratur. Trus, Bapak tau? Di sana sekolah gratis. Dan masyarakatnya benar-benar diurus dengan baik oleh pemerintah. Berobat ke rumah sakit bisa gratis. Memang pajaknya besar. Tetapi orang miskin ditanggung oleh pemerintah.”

“Lalu, apa obsesi kamu?”

“Nanti setelah saya menikah, saya mau pindah ke sana untuk bekerja.”

—Anak Ketiga baru pulang dari Australia. “Bapak tau? Di Australia itu organisasi pemuda pendatang dan penduduk asli di Universitas sangat kuat dan solid.”

“Oh, ada organisasi orang Indonesia juga?”

“Ada, pak! Lumayan banyak loh anggotanya.”

“Jadi, apa guna organisasi itu?”

“Ya, buat usahain orang Indonesia bisa tinggal di situ.”

=========================================

Di akhir cerita guru BI itu mengatakan seberapa sedihnya dia mendengar jawaban anak-anaknya. Ia bilang bahwa kesadaran nasionalisme generasi muda sudah sangat tipis. Ia sebenarnya berharap agar anak-anaknya menjawab bahwa setelah mereka melihat segala kehebatan di luar negeri, mereka bercita-cita untuk membangun Indonesia menjadi tempat seperti itu juga. Teratur seperti London, makmur seperti Jerman, bagus seperti Australia. Tetapi mereka malah memilih untuk meninggalkan Indonesia demi kehidupan yang lebih baik, seperti kebanyakan pemuda saat ini. Lalu, kalau yang berpotensi pergi dari Indonesia, bagaimana caranya Indonesia akan maju?

3 thoughts on “Cerita dari BTA 8 (20-12-2009)

  1. MIRE REALLY LIKES THIS POST!!
    tapi aku juga mau begitu ton.. setidaknya kan tar aku ngirim duit ke Indonesia jadi devisa dehh.. lagian tar kalo, KALO YAAAA, aku jadi kerja di Greenpeace,, aku mau menyelamatkan hutan kita dulu!! yeaahhh!!

    INDONESIA ROCKS!! haha

    1. Haha..justru gw rasa Indonesia perlu lebih dari devisa yang kita berikan, lebih berupa partisipasi penuh sebagai warga negara. Tapi M.Hatta juga dulu belajar di Belanda. Mungkin yang paling penting pulang deh ke Indonesia. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s