Strategi Fabian

Istilah Strategi Fabian berasal dari nama Quintus Fabius Maximus Verrucosus. Satu hal yang unik dari strategi ini adalah strategi ini tidak pernah populer, bahkan dicela, saat strategi ini dijalankan, tetapi dipuji di kemudian hari.

Ceritanya seperti ini:

Suatu hari, pada masa lalu, negeri Romawi yang sedang melakukan ekspansi, terlibat perang melawan bangsa Chartago (apakah ini terjemahan yang benar dari Chartage?).

Kemudian…seorang jendral perang hebat Chartago bernama Hannibal menyerang Romawi…di tanah Romawi sendiri! Melalui pegunungan Alpen ia datang bersama pasukannya dan Italia diporakporandakan! Kemanapun ia pergi ia menang! Bersama pasukannya yang bisa dibilang cukup kecil, ia mengalahkan balatentara Romawi yang jumlahnya berkali-kali lipat lebih besar.

Romawi tenggelam dalam teror! Tanah airnya sendiri dimasuki oleh musuh yang tidak bisa diusir!

Kemudian muncullah seorang jendral bernama Fabius. Ia dipercaya untuk memimpin pasukan Romawi untuk mengalahkan Hannibal. Ia kemudian akan disebut Sang Penunda (The Delayer) bukan tanpa alasan.

Romawi telah mencoba menghajar pasukan Hannibal dalam perang-perang skala besar dan Romawi selalu kalah. Hannibal terlampau jenius untuk dikalahkan dalam pertarungan. Fabius mengakui hal itu dan belajar dari kesalahan Romawi. Satu-satunya cara untuk mengalahkan Hannibal adalah…dengan sama sekali tidak menghadapinya dalam peperangan.

Peperangan, atau pertempuran, adalah permainan yang akan selalu Hannibal menangkan. Jadi, mainkan permainan lain!

Fabius menerapkan strategi dimana pasukan Romawi diperintahkan untuk menghindari pasukan musuh sebisa mungkin. Hal ini membuat tidak akan ada pertempuran yang terjadi, Hannibal tidak kalah, tapi juga tidak akan menang. Sambil terus mengirimkan pasukan sejumlah kecil untuk menyerang kelompok pencari makanan Hannibal, pasukan Chartago dibuat kelaparan dan kerepotan. Strategi ini berjalan dengan baik, kekuatan Romawi perlahan-lahan pulih sementara musuhnya melemah.

Tapi strategi ini tidak disukai senat dan rakyat Romawi. Mereka memanggil Fabius pengecut dan mencopotnya dari jabatan. Kemudian dikumpulkanlah balatentara Romawi, 90.000 prajurit yang terdiri dari 8 legiun dan sekutu-sekutu, semuanya dipimpin oleh 2 konsul dan dikirim untuk mengusir Hannibal. Terjadilah pertempuran di Cannae melawan pasukan Chartago yang berjumlah 40.000 orang. Dan pasukan Romawi dihancurkan dengan memalukan.

Perlu kekalahan yang hebat dan memalukan untuk membuat Romawi mengerti bahwa hanya cara Fabius yang bisa digunakan untuk mengalahkan Hannibal. Fabius kemudian dikembalikan ke jabatannya. Orang yang dilecehkan itu sekarang dianggap sebijaksana dewa. Strategi itu terus dijalankan sampai akhirnya Hannibal dipaksa keluar dari Itali, dan kemudian kerajaan Chartago seluruhnya dibinasakan.

Strategi Fabian, strategi yang penuh kesabaran dan penantian, menggunakan waktu untuk membuat masalah memudar dan bahkan hilang sama sekali. Strategi yang terlihat lamban, malas, seperti pengecut, tetapi kemudian membawa kemenangan besar.

Apakah anda ingin mencoba juga Strategi Fabian untuk memecahkan masalah anda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s