2 Juni 2009

There’s something about blue
Asked myself what it’s all for
You know the funny thing about it
I couldn’t answer
No I couldn’t answer

Blue (by: the Seatbelts)—

Author’s note: Saya bersyukur bahwa “dunia tulisan” saya satu ini (baca: wordpress) tidak banyak diketahui oleh orang-orang yang saya kenal, sehingga saya merasa aman menulis hal-hal yang saya rasakan dan benar-benar ingin saya ungkapkan tanpa menyinggung orang-orang dalam tulisan-tulisan saya. Adi, Gabriel dan Timothy cukup dewasa untuk mengerti dan memaklumi tulisan-tulisan saya. Miss Mosyi, Om Yellow, dan Melia tidak mengenal orang-orang dalam hidup si Anton. Yak! Artinya tidak ada “pembocor rahasia” yang berarti. ^_^

Hari ini ulangan umum selesai.

Selain menjadi akhir dari perjuangan berat selama seminggu, hari ini juga menjadi tanda berakhirnya masa kelas 2 SMA. Sebelas sosial satu, kelas yang telah kami pakai selama satu tahun, tidak, lebih dari itu, sebuah komunitas kecil yang terikat oleh hubungan karena waktu dan tempat. Manusia-manusia yang dipaksa masuk dalam sebuah ruangan yang sama dan harus bertatap muka selama satu tahun penuh sehingga saling menjalin hubungan.

Senang, sedih, marah, bangga, dan perasaan-perasaan lain, mungkin bahkan semua perasaan (dengan ketertarikan seksual sebagai pengecualian) sudah saya cicipi selama satu tahun ini. Teman-teman, orang-orang yang saya rasa saya kenal setelah satu tahun bersama, baik mungkin hanya sekedar sebagai nama, atau sebagai pribadi, saya tidak akan melupakan mereka. Saya rasa saya kenal, karena saya tahu bahwa saya tidak pernah masuk ke dalam hidup mereka. Saya rasa saya adalah teman mereka, dan saya rasa hal itu sudah cukup. Saya tidak berpikir itu adalah sebuah keharusan mereka menganggap saya sebagai salah satu teman mereka.

Hmmm… Begitu lama waktu yang telah saya habiskan bersama mereka, begitu banyak hal yang telah dilewati bersama, begitu banyak masalah yang telah dihadapi. Seharusnya saya merasakan suatu perasaan yang dinamakan rindu, kangen, ingin bertemu, sedih berpisah, dan semacamnya, tetapi nyatanya, anehnya, tidak ada perasaan semacam itu. Memang terhadap beberapa orang saya merasakannya, tetapi secara menyeluruh, tidak.

Mengapa saya merasakan hal itu? Pertanyaan yang bagus, pertanyaan yang sulit. Bahkan harus saya katakan, saya tidak dapat menjawabnya. Sejauh ini setelah saya berpikir, ada 2 pendapat yang diutarakan dalam kepala seorang anak SMA ini.

Pendapat pertama adalah bahwa sebenarnya perpisahan ini bukanlah sesuatu peristiwa yang besar dalam hubungan kami. Saya sudah menganggap mereka seperti saudara dekat, sekalipun jauh di mata tetap dekat di hati. Sekalipun berbeda kelas hubungan kami tidak akan merenggang sedikitpun. Ya, karena itu saya tidak merasa kehilangan.

Pendapat kedua adalah bahwa saya memang tidak perduli tentang mereka. Status mereka dalam kepala saya hanyalah orang-orang yang saya ketahui namanya dan bertemu setiap hari, tidak lebih dan malah mungkin kurang. Saya tidak perduli apakah saya akan atau tidak akan bertemu mereka lagi. Saya tidak pernah masuk dalam kehidupan pribadi mereka dan merekapun tidak pernah masuk dalam kehidupan pribadi saya. Tidak ada “kedekatan” apapun yang membuat saya akan merindukan mereka.

Salah satu diantara pendapat itu adalah yang benar. Tetapi seperti yang saya katakan tadi, saya tidak tahu.

Kemudian, poin selanjutnya yang ingin saya utarakan, adalah sebuah realita yang harus diakui bahwa XIS-1 bukanlah “satu kelas”. Bukan mengenai gagalnya kasus konspirasi klasikal pelajaran TIK, bukan itu. XIS-1 terpecah belah, setiap orang berkumpul dalam “kelompok”-nya tersendiri, yang masing-masing mengurus urusan mereka sendiri, bergerak bukan sebagai satu kesatuan. Ada kelompok yang didasarkan pada kelas X yang lalu, tempat tinggal, asal SMP, tempat les, dan lain-lain. Dibandingkan kelas X-1 yang menjadi kelas saya setahun kemarin, XIS-1 bahkan tidak cukup kompak untuk mengatur sebuah “perjamuan terakhir” (makan-makan sebelum berpisah), atau sampai sejauh ini belum. Anggota suatu kelompok tidak terlalu perduli terhadap anggota kelompok lain, bahkan bertegur sapa sekalipun ada kalanya tidak dilakukan. Begitu dekat jarak diantara kami, tetapi begitu renggangnya hubungan kami. Saya tidak menyukai hal itu, tetapi saya tidak bisa memungkiri bahwa inilah yang selama ini saya rasakan. Saya menjadi “biru” saat merenungkan hal ini.

Tulisan saya ini selayaknya berakhir di sini saja sebelum menyiksa para pembaca lebih jauh lagi. Tulisan ini sudah terlalu panjang dan semakin lama semakin tidak terarah, membuat bingung dan malas orang yang membaca. Apa boleh buat, ini adalah ungkapan perasaan saya, dan saya tidak cukup ahli mengutarakan isi hati saya.

Goodbye XIS-1 2008-2009! Farewell my friends!

9 thoughts on “2 Juni 2009

  1. Haha… kita memang beda, Miss Masyii!

    Aku orangnya ga blak-blakan kyk Miss.

    Takut orang lain kena efek yg ga mengenakkan.

  2. baru liat” blog nya anton..
    bagus kok! ^^

    uhmm,
    emang sih di sos 1 agak “renggang”
    tapi kalo gua bilang sos 1 masih lumayan, kok
    anak” nya baek”
    walopun ada kelompok” tertentu
    tapi seenggaknya masih bisa saling tegur sapa, lha..

    dibandingin sama x8 dulu,
    yang walopun berhasil mengadakan “jamuan terakhir”
    tapi hubungannya lebih “garing” *itu menurut gua sih.*
    dan acara “jamuan terakhirnya” malah diisi dengan acara
    “memisahakan diri” para cowok yang maen bilyard
    gak ada kebersamaannya >.<

    hehehe
    padahal dulu gua juga gak ikut jamuan terakhirnya x8 T.T

  3. Wah, blog hamba ditemuin Putri Melia!
    Jadi malu..

    Yang sebenarnya mau hamba ungkapin tuh: “Kita mau ngumpul aja ga bisa.”

    Tapi, pendapat Putri Melia benar juga sih, mungkin karena sudut pandang hamba sedang sangat negatif waktu bikin post ini.

    Haha…sampai jumpa di kelas 12 ya, Mel!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s