Wew, lagi-lagi..

Hari ini terjadi lagi kejadian seperti waktu post Gelegar!

Jum’at kemaren gw kan bisa dibilang berantem sama seorang temen gw (si ketua kelas) dan sampe sekarang ga saling ngomong. Masalahnya sih kekanak-kanakan dan konyol, tapi musuannya serius. Ya, namanya juga kita berdua adalah orang yang sifatnya masih kekanak-kanakan, meskipun sudah SMA ^o^. Gw tuh orangnya bener-bener sensitip (kayak alat uji tes kehamilan aja) dan friksi-friksi kecil aja kepikiran terus sampe berhari-hari. Meskipun Adi udah bilang: Nyantai aja lah… , tapi tetep aja masih kepikiran. Yah, mungkin perlu waktu sebelum luka ini bisa sembuh (Mampus! gw jadi kayak orang abis putus cinta! Tidaaaaaaak!!! >o<).

Ok, dan hari ini (20 April 2009) Tuhan berbicara lagi. Kali ini bukan lewat radio, tapi lewat acara TV, lebih spesifiknya acara Derings di TransTV. Setelah lagu-lagu dan program-program yang udah biasa dibawain blablabla… tiba-tiba Desta, Dewi, dan Ringgo muncul di tengah. (Kira-kira gini lah isi dialognya. Gw kan gampang lupa -.-)

Desta: San, lu punya sahabat ga?

Dewi: Punya, dong!

Ringgo: Pernah berantem kan pastinya?

Desta: Sama sahabat ga boleh berantem, dong!

Dewi: Ah, namanya juga temen, pasti ada berantem-berantemnya lah!

Desta: Ya tapi harus cepet-cepet diselesaiin, dong! Ga boleh lama-lama berantemnya. Iya ga, pemirsa?

???……………

Kok bisa jadi begini? Kebetulan banget! Dari sekian banyak kemungkinan dialog kenapa harus yang ini yang keluar? Kenapa gw harus kebetulan lagi liat Derings pagi ini, padahal gw biasa masih tidur jam segini kalo libur.

Kenapa? Kenapa? Kenapa? Oh my siomay…

Tuhan, jika memang itu yang Kau inginkan, aku akan berusaha menyelesaikannya. Terima kasih atas pesan yang Kau beri.

Advertisements

Maen Facebook, seru juga! Haha..

Hahaha… “Buku Muka” yang jadi saingan friendster ini seru juga buat dimaenin.

Ow, where should I begin? Oh, I know. Let’s start from the beginning lol.

Ok, once upon a time in the land of WhereverAntonExist, well just say a city named Jakarta, in a school that used SMAK 1 BPK Penabur Jakarta as it’s name, 4 boys who shared common interest in music decided to form a band. Well, if they weren’t stupid, they must be a sort of Anton (who often does unnecessary activities in random time) to form a band in this merciless school.

Now, now, this band called Crash Bandicot (yes, really-really uncreative name) needed a manager. Somehow, I, Anton Junior, bestowed with that prestige as the manager (As if I was the last man on earth). So, I took that job, as you can expect, far from seriously (responsibility is something you won’t find in this manager).

I was given the authority to manage the facebook profile of the band (something I will gladly abuse). Guess what?! I really did abuse their facebook profile *evil chuckle*.

I posted funny status, for every single hour. For example:

1.Kami sekarang mayat, berikan kami arti! Dukung kami!

2.Biar peluru menembus kulit, kami tetap meradang menerjang! Dukung kami!

3. Et cetera…

I took much of them from Chairil Anwar’s poems and revised them a bit. And..as you can see, it’s awkward. Did you pay any attention to my writings? I said “for every single hour”. That would surely filled their friends’ notification box full. lol.

Then, I walked around their friends’ profiles and I just couldn’t help myself from giving stupid comments.

The next day, I was fired. The password was changed before I had time to do more harm on the band’s reputation.

Can’t say I upset though.

Karya Saya

Seorang pemuda mengunjungi kenalannya seorang fotografer. Sambil menunggu sang fotografer, pemuda itu melihat-lihat galerinya. Fotografer itu lalu datang dan pemuda itu bertanya,

“Tuan, begitu banyaknya foto yang Tuan telah buat. Dan begitu banyaknya juga foto yang Tuan buat telah dilihat dunia. Sangat banyak model cantik dan pemandangan indah tertangkap dalam foto Tuan. Tetapi tidak satupun saya temukan foto Tuan. Tidakkah Tuan ingin menunjukkan pada dunia seperti apa Tuan itu?”

Fotografer itu tersenyum, menoleh ke salah satu karyanya dan berkata,”Dunia telah melihat seperti apa saya sebenarnya. Setiap karya saya yang anda lihat menggambarkan wajah dan rupa saya. Emosi dan jiwa seorang seniman terlukiskan dengan sempurna pada setiap karyanya. Karya saya adalah saya saat itu.”

by: Anton Junior

Masa SMA

Masa SMA

Sebuah tulisan berdasarkan pengalaman nyata seorang anak SMA

Saat gw melihat postingan temen gw (Nona Gaby) yang ini, gw jg jadi berpikir,” Ga jelas banget Wow, gw ga pernah kepikiran tentang hal ini.” So, gw mulai merefleksikan masa SMA gw selama ini.

Masa SMA ini, apa yang sudah gw dapatkan? Cewek

Pelajaran akademis tentu saja, lalu apa lagi? Pacar

dsc01121

Gw semakin terbiasa berbicara sama cewek. Haha… Dulu sih sampe keluar keringet dingin dan ngomong terbata-bata.

Gw semakin mampu mengatakan bahwa gw berbeda dan emang gw ga perlu menjadi sama. Menjadi normal bukan lagi hal yang gw rasa perlu dan gw semakin tidak takut to commit a rather shameful act. In other words…menjadi lebih tidak waras sinting. Huehehe..

Mendapat pengalaman-pengalaman seru, menyenangkan, mengejutkan, lucu, mengecewakan, menyedihkan, dll dll. Pergi ke tempat-tempat baru, mengikuti acara-acara baru, dan jadi tahu banyak hal. Ikut Biology club, ikut olimpiade, ikut Q, ikut fotografi, mencari banci sampai fajar menyingsing, wawancara 2 banci dalam 1 ruangan, acara sweet 17 (Pesta Mercia adalah yang pertama kali), hahaha… semuanya seru dan asyik.

Dicium Olga Syahputra…wkwkwkwkwk…

Wawasan gw semakin luas dan luas.

Gw juga pernah merasakan rasanya seperti ditinggal teman-teman, cemburu terhadap perhatian yang mereka berikan, kecewa karena ditolak, perasaan seperti ditendang dari lingkaran, perasaan dijaauhin, dikhianati, marah besar, sakit hati, dan sampai akhirnya gw sadar bahwa gw bukanlah le Soleil, matahari pusat planet-planet berputar-putar. Gw ga punya kuasa atas teman gw sama seperti teman gw ga punya kuasa atas gw. Dan gw harus hidup dengan hal itu, senang ataupun tidak.

Ada masa dimana gw sangat bahagia karena bersama-sama mereka, ada saat gw merasa marah karena gw dianggap ga penting.

Gw mendapat teman-teman baru, mengenal banyak orang dengan sifat mereka masing-masing, mendengar cerita-cerita hidup orang lain. Si Gimbal, si Gembul, si Macho, si Panikan, si Freak, si Nerd, si Didi Petet, si Cantik, si Agung, cici Amanda yang cantik, cici Mel, Aditya-Andhika kembar bersaudara, Didip Pervert, Pak Tejo,  dan teman-teman lainnya (ga usah cemburu bagi yang ga ditulis namanya, kamu tetap ada di hatiku kok hahaha…).

Orang bilang gw berubah, terutama yang selama ini pernah kenal gw dari zaman di San Marino. Apa itu benar? Tentu saja hal itu tidak bisa dibilang salah. Anton memang berubah, tetapi dalam arti di-update terus. Anton v.1.00 yang dulu sekarang sudah jadi v.2.09, dengan feature lebih lengkap, sistem yang bekerja lebih cepat dan stabil, dll dll. Tetapi tentu saja Anton Junior sendiri tetap saja Anton Junior pada hakekatnya dan tidak akan berubah menjadi Bruce Willis atau Richard Gere. Sebuah virus X akan tetap menjadi virus X sekalipun ia bermutasi sampai level tertinggi.

Gw melihat SMA ini sebagai sebuah lembaran baru tempat gw bisa menggambar dan mewarnai sesuka gw. Gw mulai dari merubah nama panggilan gw (dulu gw dipanggil Ajun) menjadi Anton, dan memberikan kesan bahwa gw adalah orang yang banyak ngomong dan aktif, dan berbagai-bagai hal baru lainnya sebagai transformasi.

Entah kenapa gw jadi ingat saat dulu guru gw pernah bilang,”This boy is not stupid. He asks questions he already knows the answer to  make people think he is foolish.” Haha… Kadang gw memakai topeng-topeng yang berbeda tanpa gw sadari karena gw takut orang melihat muka gw yang sebenarnya. Tapi kalau ditanya seperti apa muka gw yang sebenarnya, jawabannya adalah topeng-topeng itu. Topeng-topeng itu adalah muka gw sebenarnya.

Jadi kesimpulannya, di masa SMA gw ini, gw mendapat materi-materi update baru. Suka duka, manis pahit, nyaman derita, bangun jatuh, tiduran telungkup telentang (apaan sih?) tidak membuat gambar dunia Anton hitam-putih, tetapi berwarna-warni dengan corak abstrak yang rame dan dengan rasa yang campur-campur kalo dijilat.

Hahaha… memang Anton aneh. Post inipun ga jelas banget.

Tuhan memiliki rencana untuk kita. Jadi,…Enjoy aja…

Kami T’rima (by: True Worshippers)

Kami yang telah ditebus
dengan darah yang kudus
mengangkat pujian bagi Mu

kami bait kudus Mu
sebagai bukti karya Mu
nyatakan Kau besar dan hidup

berlari sampai tujuan
mendapatkan mahkota kekal

kami t’rima kuasa Mu Tuhan
kami t’rima kemenangan yang Engkau sediakan
tuk kami bawah di setiap langkah

dimana pun… kami berdiri
kemana pun… kami kan pergi
disitu pasti mujizat Mu terjadi

(untuk mendengar lagu: link)

Creative Commercial

Hahaha….

Well, I got a task from my teacher to find a commercial video. So I surfed to Youtube.com and I decided this Cola commercial would do.

This commercial have been around for some time and I just can’t wipe that grin from my face every time I see it. I really amazed with their creativity in making ad. Take a look!

Dancing prisoners

I was diving the vast net when I somehow stumbled in this interesting video.

1,500 plus CPDRC inmates of the Cebu Provincial Detention and Rehabilitation Center, Cebu, Philippines do the “Thriller Dance”. Those men on oranges dance like a pro (for me), I bet they did a hell of practice before they finally can do need-a-heck-of-synchronization dance. They are inmates, and they dance like free men, like pro dancers, like not everybody can.  I guess it’s right when they said “when there’s a will, there will be a way”.

Now, sit and watch! (And enjoy!)