Hai..hai! Lihatlah naga-nagaku!

Hai pembacaku tersayang, lihatlah naga-nagaku sekarang ini.

Sekarang Anton punya 2 naga. Yang satu namanya Madriena, dan yang satu lagi namanya Floriani!

Madriena lebih tua dan sekarang sudah menginjak masa dewasa. Ia adalah tipe Dino yang aktif dan lincah. Haha..bermain dengan Madriena setiap hari menyenangkan!

Floriani adalah naga yang baru saya tetaskan. Usianyapun masih balita. Ia adalah jenis naga Furdragon imut dengan bulu-bulu halus dan hangat. Floriani agak pemalu dan manja, setiap hari ingin bertemu Anton dan ingin dipeluk. Haha…ia masih lugu dan lucu seperti anak kecil.

Beruntung mereka bisa akur di peternakan naga yang kecil itu, meskipun terkadang ada saat mereka bertengkar, tetapi semua bisa diselesaikan dengan baik 🙂 !

Ayo! Berkunjunglah! Klik di gambar-gambar naga di sebelah kanan blog ku!

Madriena dan Floriani menunggumu!

Oh Ya lyrics

OH YA

By: Warna

sumpah mati padamu ku jatuh hati
sumpah mati padamu ku jatuh cinta
namun sayang ku tak sempat berkenalan denganmu
dari hati kehati, lalu bicara cinta berdua

sampai kini daku masih trus harapkan
agar suatu saat ku berjumpa lagi
semoga saja daku sempat berkenalan denganmu
dari hati ke hati, lalu bicara cinta berdua

berdua…
(chorus)
ingin ku mengejar sribu bayangmu
namun apa daya tangan tak sampai
memang benar apa kata pepatah
“kalau jodoh tak lari kemana….”
duhai kekasihku

sumpah mati padamu ku jatuh hati
sumpah mati padamu ku jatuh cinta
namun sayang ku tak sempat berkenalan denganmu
dari hati kehati, lalu bicara cinta berdua

“Blackout” Sukarela

dsc01300

Hari ini, tanggal 28 Maret 2009, jam 20.30. Saya ikut serta dalam gerakan Earth Hour 2009. Ya, saya bersedia melakukan sebuah hal kecil demi bumi tempat saya hidup ini, hanya mematikan lampu selama satu jam. Menciptakan atmosfir mati lampu yang disengaja.

Pemanasan bumi, sebuah bahaya yang telah diperkirakan dan “diteriak-teriakkan” sejak bertahun-tahun lalu. Berbagai warning sudah dikeluarkan bumi untuk manusia, tetapi kita tetap tidak mau mendengar.

Event Earth Hour dengan cara mematikan lampu ini memiliki pengaruh besar dalam penghematan energi dan memperlambat proses pemanasan bumi, tetapi tujuan utama dari event ini sebenarnya adalah mengajak seluruh umat manusia untuk perduli terhadap bumi.

Ya, sesimpel itu. Tidak muluk-muluk.

Dimulai dari menimbulkan keperdulian dengan mengajak ,”Mari matikan lampu kalian! Hanya satu jam, kok!” sampai nantinya menjadi sebuah gerakan berskala besar menyelamatkan bumi. Bagaikan memercikkan api kecil, awalnya memang sulit dan butuh kesabaran, sampai api itu semakin besar dan besar dan melahap semua yang ia sentuh.

Bagaimana dengan anda? Anda juga ikut saat itu? atau anda berencana ikut tahun depan?

…Jika sang bumi bisa bicara

kutahu ia akan bertanya

sampai kapan kah kau hanya terima

tanpa pernah memberi…

Mulailah perduli!

Karena keperdulian anda dibutuhkan.

Liburan ini…

Hmm…

Selama liburan, gw banyak dapat ilham-ilham atau setidaknya kemauan-kemauan yang berhasil ditangkap setelah melintas tanpa arah yang jelas.

1. Keluar seberkas keinginan untuk menulis 2 cerpen.

-Yang satu, begenre drama romantis picisan (gara-gara baca-baca novel Amel tuh) yang tentunya menceritakan seorang tokoh dengan karakteristik dan latar belakang diri gw  sendiri (dgn POV third person) yang menemukan cinta sejatinya dan kemudian harus bertualang di luar negeri (mungkin Spanyol, Perancis, Inggris, belum tahu juga) untuk mencari sang pujaan hatinya yang pergi tiba-tiba. Jalan ceritanya masih samar-samar di otak gw.

-Yang kedua, mengisahkan seorang Indonesia (belum pasti Bugis, Betawi, Batak, atau apa) yang bertualang dan berhasil menjadi seorang awak kapal perang Perancis (masih belum pasti). Jalan ceritanya juga masih kabur nih..

2. Tugas bikin lukisan buat tugas seni rupa sudah berfondasi. Daripada gw berusaha mati-matian membuat gambar gw mirip manusia (yang sampai sekarang masih belum berhasil), mending sekalian gw sengaja bikin jelek dan mendekati keabstrakan. Seni itu harus dilihat secara subjektif, dan dengan gambar gw, akan gw sebarkan idealisme gw pada dunia ini.

Looking for Gift?

Wondering what to give to someone for a special occasion? Wonder no more!

I’m sure many of you have had trouble picking out the perfect gift for a loved one. Whether it’s your boyfriend/girlfriend, your best friend, or even your parents or siblings, picking out the the gift that suits them the most is always quite a challenge. However, you don’t need to starve yourself during lunchtime just to purchase the most extravagant item you can think of. All it takes is a bit of creativity and know-how.

Tip #1 – Find out what they like

Do they like the colour pink or blue? Are they more into music than movies? Or maybe they’re a big fan of a TV show or a series of books. Whatever it is, you can tailor your gift to suit their interests. Or, if you can’t think of anything specific, try getting them a gift voucher or a gift card from their favourite store.

Tip #2 – Be creative

No time to go shopping? Then make a greeting card! A personalised greeting card is so much nicer than something you pick out from a shop because it shows that you took the time and effort to create something for someone else. You can use art materials or even design it on the computer and then print it out. And if you know how to do origami, then this is the perfect art project to show it off. Personally, I love making paper cranes for friends.

Tip #3 – Be simple and sweet

There might be a chance that the recipient of your gift might not fully appreciate your efforts. If that’s the case, talk about your gift. Tell the story behind each and every detail that you thought about. After all, it’s the thought that counts!

I hope my gift-giving tips can help you solve your problems with finding the perfect present!

–Habbo staff–

Klub Biologiku yang tercinta..

Nampaknya sudah saatnya kuucapkan kata perpisahan pada klub Biologi yang telah diwariskan kepadaku oleh para senior. neutral

Dengan dilarangnya anak IPS mengikuti OSN Biologi, hal itu berarti telah menghentikan langkahku di sana. SMAK 1 Biology Club 2008 bisa dibilang telah disapu oleh Klub Biologi BPK Penabur dengan hanya meninggalkan Michael Sentosa seorang diri. Jadi sekarang hanya ada satu anak kelas XI, selain itu semuanya anak-anak kelas X.

Agung Purnomo ditamatkan masa depannya di OSN Biologi oleh Bu Duma Hutahean karena alasan yang saya tidak dapat ceritakan di sini.

Anak-anak IPA lainnya sudah terlalu sibuk oleh segala kegiatan mereka di SMAK 1, dan saya mengerti ketika mereka memilih untuk berhenti dari Biology Club.

Anak-anak IPS, seperti yang tadi saya bilang, tidak diperbolehkan untuk melanjutkan.

Kakak-kakak kelas sudah sibuk dengan UAN dan tidak mungkin mengurus klub lagi.

Hahaha… kenangan selama bersama teman-teman di Biology Club masih terasa seperti kemarin.

Tes masuk yang lebih cepat daripada klub lain dan peminat yang banyak,

terpilihlah 20 orang (termasuk saya). Lalu semakin lama semakin sedikit karena banyak yang berpindah klub.

Diajar mentor-mentor cerdas tapi aneh: “Sennin” Didip, Pak Tejo, dan guru-guru negeri. Drill intensif yang serius sebelum mengikuti tes.

Menghadiri presentasi Teknobiologi di Atmajaya, bertukar kelakar di mobil William, hahaha..

Pergi beramai-ramai ke sekolah-sekolah negeri dengan taksi, nyasar, terjebak macet, bikin ribut waktu pelatihan, nyanyi rame-rame, hahaha… masih ada saja kenangan itu.

Petualangan kembali ke SMAK 1 setelah urusan Olimpiade dengan “membajak” sebuah angkot. Hahaha…hari-hari yang menyenangkan.

Bertemu senior-senior: Andhika-Aditya si kembar yang berbeda, Melissa yang bersemangat, cici Amanda yang cantik, Edbert yang tenang, Daniel TJ yang banyak bercerita… Maaf, ya kakak-kakak, saya tidak bisa memenuhi harapan kalian ketika kalian mewariskan klub Biologi pada saya waktu itu.

Evelyn, Adrian, Ricky, Sonia, Michelle, Michael, Kartika, Agung, Lettitia, Ivan, sungguh tidak terlupakan kenangan saat bersama kalian…

Hahaha… memang benar, seseorang baru merasakan seberapa berharganya sesuatu setelah ia kehilangan sesuatu hal itu. Sekarang ketika teringat kembali semua kenangan itu, rasanya ingin sekali kembali ke masa-masa itu. Tetapi hal itu tidak mungkin…

Hiks 😥 , mungkin yang ingin kuucapkan bukan “selamat tinggal”, tetapi “terima kasih” untukmu, Biology Club ku!

Terima kasih!

Haha..The biggest Toblerone!

It was raining this afternoon. The rain fell very hard and very much. In just about 1 hour, the road in front of my school was drowned. How did I go home?

Well, I hitchhiked my friend by the name Marsheillani (Special thx for her) who has a Kijang car. The flood was nothing in front of her car. I stopped at the bus shelter and take Transjakarta to proceed.

When I reached home, I was exhausted, wet, cold, and not really in the good mood. I opened the fridge to eat some Silverqueen, and…. Holy Smoke! I found this:

dsc01247

Wow!!! That’s the biggest Toblerone Chocolate I have ever seen! I was so happy, I even took 4 photographs before I actually took a bite. All of my exhaustion and bad feeling washed away just by a single bite of that big ultimate sweet chocolate pyramid. Oh, I love it!

What a good day!