Kronik Pesta Pytia (fragmen 2)

cen-cen

… Para prajurit lalu meluncur ke Pluit Junction melalui dua jalur ekspedisi yang berbeda. Unit pertama terdiri dari Anton, Pytia, Evelyn, dan Amelia berangkat duluan dengan mobil Evelyn dan masuk PJ melalui pintu belakang. Unit kedua berangkat belakangan dengan mobil Trisha, tersusun dari Trisha, Karina, Enmiriya, dan Kevin Pramudianto, masuk ke PJ melalui lobby depan.

Tujuan utama adalah Cuisine Cuisine, sebuah restoran chinese di lantai di atas lantai dasar. Dengan cepat pasukan penghabis makanan mengelilingi meja makan bundar besar yang telah disediakan. Makanan demi makanan datang secara beriringan dan dengan santai disapu oleh makhluk-makhluk ini. Personil pun bertambah seiring berjalannya waktu. Vincent datang, kemudian Madame Astride pun finally turned up.

Hihihi…bajunya Madame sih kemeja putih yang menurut gw simple, tapi yang di tangannya itu yang menghebohkan, menggemparkan, menarik perhatian…hehe.. Gelangnya “lebih dari satu” dengan ukuran yang “tidak kecil” dan warna yang “menyilaukan”. Ditambah lagi cincin si Madame yang “membuat mata ingin melihat”. Mungkin gw kuper, mungkin gw emang ga pernah bergaul di lingkungan seperti ini, tapi waktu gw liat Vincent sambil nunjuk ke arah Madame, dia juga ikut senyum “seperti itu” dan ngangguk-ngangguk kecil.

Kami makan dengan santainya, sambil ngobrol-ngobrol, dan tertawa cekikikan sampai terbahak-bahak. Menyenangkan…

Setelah beberapa lama, perut sudah terasa penuh, bahkan sudah mau muntah. Yang kumpul di meja itu adalah 3 wortel dan 7 tomat. Para tomat tidak bisa makan banyak, dan 3 wortel tidak mencukupi untuk menghabiskan makanan. Ini semua karena prajurit elit Steven yang tugasnya sebagai sweeper paling diandalkan dalam menyikat meja (meja! bukan piring!) tidak bisa hadir karena satu dan berbagai hal. Akhirnya, makanan masih tersisa banyak….

Selesai makan, gerombolan ini berdefile ke bioskop. Lalu dimulailah perdebatan mengenai film yang akan ditonton. Perdebatan cukup panas diantara kedua kubu: kubu “Benjamin Button!” dan kubu “pokoknya selain Benjamin Button!”. Saya sendiri tidak berada di kubu yang manapun, karena saya memang tidak terlalu perduli. Setelah perdebatan dipending (tanpa kesimpulan apapun), kami berpencar, gw dan Vincent memutuskan cabut ke Amazon.

Untuk apa ke Amazon yang notabene terkenal sebagai play zone yang levelnya anak-anak? Satu kata, satu seruan: KARAOKE!

Dua koin, satu lagu. Bersahabat dengan kantong, kan?!

Mulailah kami mencari ruangan strategis, di belakang pilar, dan dekat ke mesin permainan yang berisik. Masukkan koin, dan… Yiiiihaaaa! Konser dimulai !!!! Inilah Anton ft.Vincent !

—Sekedar keterangan, meskipun di peraturan tertulis ruangan diminta duduk dengan tenang, tetapi tidak ada yang bisa menahan kami dari melompat-lompat dan menari-nari, ataupun bergaya-gaya layaknya penyanyi di atas panggung di tengah alunan musik yang menggila (sayang ga dividioin, padahal ngocok perut tuh). Dan mic tidak menghalangi kami dari mengeluarkan power suara sebesar-besarnya—-

Lagu pertama: Ade {Project Pop}

[(gw)Ade ku sayang…. (Vincent) Iya, bang?!…..]Wkwkwkwk….

Lagu kedua:  Sepanjang Usia {Kerispatih}

[trengtengtengtrererengtrengtengtengtrereretrengtengteng…Tak pernah kubayaaaangkan! Tempat di sisi hatiku yang kosong!…]

Lagu ketiga:  Kisah Romantis {Glenn Fredly}

[Dan…dengarlah sayangkuuu! Aku mohon kau menikah dengan kuuuu!… syadadapsyadadapsyadadapdap….] Wow, dapet nilai tertinggi: 75! Memang harus rekaman !

Lagu keempat: Kau Curi Lagi {JRocks}

[Kau cuuuuriiii lagiiiiii huuuuuuuuuuuuuuu….]Di titik huuu ini, mic mulai rusak. Dan suara mulai serak. Jadi kami istirahat sejenak dan mencari minum tiga ribuan.

Cari mencari minum dan akhirnya ketemu, scr kebetulan ketemu Morica dan Tony (lg bergandengan) dkk. Mereka mau nyanyi juga, tp di I-Sing. Chit-chat sedetik-duadetik trus kita lanjut lg karaoke di Amazon.

Di Amazon, ketemu lagi dengan Trisha cs (tanpa KP, karena sudah cabut pulang duluan). Karaoke pun dimulai. Kali ini dengan groupies! Woohooo!

Lagu demi lagu mengalun…Ceria, Tu Wa Ga Pat, More Than Words, sampai akhirnya…

To be continued…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s