Kronik Pesta Pytia (fragmen 1)

image008

Hari ini, seorang temen gw yg namanya Pytia ngundang makan-makan di Pluit Junction dalam rangka pesta ulang tahun, yang baru akan dirayakan Sabtu ini (ulang tahunnya sendiri tgl 18). Makan-makannya dijadwalkan jam 12.

Pagi ini, gw udah bangun pagi-pagi, kencing, mandi, pake baju, minum susu, makan mie, dll. dan menunggu si putri cantik datang.

Yak, akhirnya si Amel datang dan pergilah kami dengan Honda Jazz bersama bapak gw. Ngueeeeeeng…lewat tol….macet dikit…ketemu penjual lighter yg bapak gw kenal…. bruuum… nyampe deh ke CBD Pluit jam 11.

Loh, kok CBD Pluit? Karena ada pesta kejutan yang sudah direncanakan oleh kawan-kawan untuk Pytia, langsung di sarangnya (baca: rumahnya) di CBD Pluit. Bapak gw turunin gw dan Amel di depan gerbang CBD.

Dan ternyata baru kita yang nyampe sini. Akhirnya kita berduaan dulu deh sekitar 15 menit di deket pagar CBD Pluit itu, sambil diliatin satpam-satpam dan penghuni-penghuni CBD Pluit. Amel sih agak malu, tapi gw seneng aje.

Akhirnya si Evelyn datang dengan mobilnya. Demi menyelamatkan muka dari rasa malu, dan kulit dari tembakan sinar matahari siang, kami segera pintong deh ke mobil Evelyn.

Kami menunggu, dan menunggu, dan menunggu, dan menunggu lagi kontingen pasukan yang lain. Kontingen pembawa kue yang kami tunggu ini, yang meskipun sudah menyadari pentingnya tugas mereka, memang sudah luar biasa terbiasa dalam membiasakan diri membuat orang biasa menunggu mereka yang terbiasa luar biasa terlambat! Sudah jam 11.30 lewat dan kontingen Trisha masih belum datang!

Jengkel sudah tidak ada lagi, PANIK yang menyerang! Bisa-bisa terlambat nih! Trisha cs tidak bisa dihubungi ! Lengkap deh masalahnya.

Akhirnya, mobil kijang milik Trisha datang. Dan dengan tampang tidak bersalah, Trisha, Karina, dan KP beranjak keluar dari mobil itu dengan membawa kue. Kemudian Enmiriya datang dengan mobilnya sendiri.

Bersama-sama kami berjalan ke arah rumah Pytia. Rumah yang tidak kami ketahui dengan pasti alamatnya. Petunjuk yang ada hanyalah pohon kedondong dan pot dengan kelereng di dalamnya -_-! Kami berjalan beberapa saat dengan gaya yang sok cool (atau mungkin cuma gw) di jalan dengan angin yang bertiup kencang dan tiba-tiba harus bersembunyi di belakang pagar hidup dengan merunduk seperti dalam perang. Kenapa? Karena angin bertiup kencang dan lilin tidak bisa dinyalakan. Tambah parahnya, Pytia keluar dari rumah dan sekilas melihat kami.

We Are Spotted! Dan kami pun bersembunyi seperti kancil bersembunyi dari Pak Tani. Yak, ketawan ga ketawan kami memutuskan untuk tetap melaksanakan rencana yang sudah kepalang tanggung untuk dibatalkan ini. Kami menyerah dari berusaha menyalakan lilin sial itu (angin kurang ajar!) dan membawa kue itu ke depan pintu rumah sang target dengan power walk.

“Pytia! Selamat Ulang Tahun!” kami menyapa Pytia yang membuka pintu untuk kami. Ia tersenyum dan berterimakasih, tetapi tidak terkejut sama sekali.

Surprise gagal, tapi rencana tetap berhasil. Intinya kan kue udah nyampe!

Kami foto-foto sebentar dan berusaha keras menyalakan lilin sial itu (sumbunya kayak kebal api!). Dan kemudian acara blah-blah biasa seperti ulang tahun lainnya. Sebelum pergi ke PJ, kami sempat bertemu adik kecil Pytia yang cantiiiik dan tidak bisa bahasa Indonesia (serius loh! bisanya cuman Inggris!), umurnya mungkin sekitar 10 atau 11.

Argghh! Gw lupa menanyakan nama si Xiao Yan Zi yang imut itu!

Sayang sekali, Anton!

To be continued….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s