Pesta Sweet 17 temen gw..

Hari ini, 31 Januari 2009, malamnya ada pesta ultah ke 17 teman gw yang masuk jurusan IPA di Kelapa Gading. Ultahnya sih tgl 26 Januari, tapi pestanya tgl 31 ini.

Gw sebenarnya lagi kesal sama tuh cewek (temen gw yg ultah ini) karena satu kalimat yang dia ucapkan yang bikin gw marah dan gw sudah merencanakan ga akan dateng ke pesta ultahnya. Alasannya gampang, tinggal bilang ga ada yang anter.

Tapi, tiba-tiba gw keinget pesta Sweet 17 si Mercia di Ritz Carlton tgl 14 Desember 2008 kemaren. Yang paling buat gw senang luar biasa itu bukannya kemegahan ruangannya, penyanyinya, EO yang bagus, makanan yang enak, ataupun acaranya sendiri. Yang membuat gw sangat bergembira adalah sebuah percakapan kecil dengan Mercia saat games terakhir (Kalau tidak salah namanya Polonia atau apa gitu, yang lompat-lompat dan lari-lari di ruangan yang gelap dengan musik yang keras).

Begini percakapannya:

Anton:  Mercia, selamat ulang tahun, ya! (sambil menjulurkan tangan)

Mercia: Makasih! (berjabat tangan dengan Anton)

Anton:  Masih inget ga, gw namanya siapa?

Mercia: Inget lah! Anton kan?!

Hehe.. ga ada yang aneh dari percakapannya kan? Tapi gw sangat senang. Pasalnya, Mercia itu sebenernya ga terlalu kenal sama gw. Dia itu anak kelas 12 Internasional dan sangat jarang ketemu sama gw. Gw cuman ketemu dia saat rapat-rapat Q (itupun ga selalu bertegur sapa). Mercia bisa inget gw adalah sesuatu yang sangat di luar ekspetasi gw dan benar-benar membuat gw gembira.

Saat gw inget percakapan itu, rasa marah gw reda. Malah merasa seperti orang bodoh.  Sepertinya Tuhan mengingatkan gw pada arti persahabatan. Masakan hanya karena masalah sepele gw menjauhi temen gw?

Ga lama kemudian, cewek yang bakal pesta ultah itu telpon ke HP. Dia memastikan apakah gw akan datang atau enggak (sebagai catatan, dia ga tau gw marah, karena gw emang ga menunjukkan tanda-tanda marah).

Dan gw jawab: Ya, gw pasti dateng.

Ga ada lagi masalah diantara kita.

Malahan, gw jadi anak pemegang lilin yang ke 16 dadakan di pestanya itu. Sama sekali tak terduga.

Tuhan, makasih, ya!

Gimana jadinya kalo gw masih marah dan ga dateng hari itu?! Bisa-bisa gw buang muka tiap liat dia.

Btw, pulang dari pestanya gw sakit perut. Ga tau kenapa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s