Upacara…


Tujuan upacara lazimnya adalah untuk mengingatkan kita atas jasa-jasa para pahlawan, memegang teguh pancasila, dan mensyukuri kemerdekaan kita. Tapi terkadang, tujuan upacara sedikit melenceng dari tujuan utamanya bagi para murid atau guru, sebagai contoh akan dijelaskan di bawah ini:

Para murid
1. Ajang untuk saling bercerita tentang kegiatan yang mereka lakukan pada malam minggu. Bila murid cowok bercerita tentang “cewek yang mereka ajak pergi malam minggu kemaren”, maka murid cewek bercerita tentang “apa yang menimpa mereka pada malam minggu kemaren”. Mungkin ada beberapa yang masih mendiskusikan tugas-tugas dan pelajaran-pelajaran, tapi mungkin hanya sebagian kecil saja.

2. Tempat untuk berdiskusi nomat nanti siang Dimana? Sama siapa aja? Naik mobil siapa? Eh gua mesti pulang dulu nih ambil baju ganti..Eh kemaren gua udah nonton film “a”, nanti jangan nonton filn “a” yah! Eh jangan ajak si “b” yah, gua lagi bt sama si “b”!.

3. Saat yang tepat untuk saling memamerkan atribut yang mereka pakai. Karena disaat ini seluruh angkatan bertemu, maka disinilah saat yang tepat untuk memamerkan atribut-atribut mereka, antara lain: Sepatu baru nitip sama kerabat dari Singapura,kacamata baru, potongan rambut baru, boundingan atau kritingan baru, kalung baru, ikat pinggang baru, boxer baru, cewek baru🙂.

Para Guru
1. Memamerkan dirinya beserta segala atribut-atributnya kepada guru lain dan murid-murid.
2. Untuk bersenda gurau bersama rekan-rekan guru yang lain dan cerita-cerita. Kadang terlihat dari kejauhan, 3 orang guru atau lebih sedang tertawa-tawa kecil walau pembina upacara sedang memberikan amanat upacara (bahkan ada guru yang makan sembunyi-sembunyi lo waktu gw SMA kelas 2 ^.^).
3. Untuk melecehkan murid yang berkelakuan buruk saat pelajaran mereka yang kebetulan “lengah”. Dalam arti tidak memakai atribut tertentu, kaus kaki berbeda, sepatu tidak sesuai (tidak hitam, ada gambar, ada strip putih, meskipun cuman kena tetesan tip-ex dikit, tidak ada tali, yah pokoknya dicari-cari deh kesalahannya). Tidak ada cara yang lebih baik dari mengisengi orang yang mereka kurang sukai, dengan membuat mereka malu di depan orang banyak.

Harapan Harapan Para Murid
Hujan Hal ini yang paling sering di harapkan ketika para murid sedang tidak “mood” untuk mengikuti upacara, dan hari ini mereka dapat mngakhiri upacara lebih cepat dari biasanya.
Mati lampu Karena bila mati lampu otomatis mic tidak nyala yang berarti pembina upacara tidak dapat berpidato.
Pidato pembina sebentar Bila hal ini terjadi, para murid bisa memanfaatkan waktu sisa yang sedikit ini untuk membeli makanan-makanan ringan di kantin.
Pidato pembina panjang Para murid mengharapkan hal ini terjadi, bila mereka ada ulangan pada jam pertama, dan terkadang ulangan tersebut ditunda, karena waktunya terpotong oleh upacara.
Bendera terbalik Hal ini sering diharapkan, karena bagi para murid,hal ini adalah salah satu penghibur pada saat upacara.
Lain lain. Seperti pemipin upacara tersandung, salah berteriak, saling menabrak bagi paskibra, paskibra tidak sengaja menendang mic (di SMP gw pernah loh ^o^), lupa memberi hormat, memberikan cerita-cerita lucu, kepeleset dan jatuh saat berjalan bagi pembina upacara, ada gerombolan anak yang bikin heboh waktu upacara, paduan suara ada yang suaranya cempreng.

Diambil dari Provoke! September 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s