Five Loaves And Two Fishes (lyric)

Five Loaves And Two Fishes

[by: Corrinne May]

A little boy of thirteen was on his way to school

He heard a crowd of people laughing and he went to take a look

Thousands were listening to the stories of one man

He spoke with such wisdom, even the kids could understand

The hours passed so quickly, the day turned to night

Everyone was hungry but there was no food in sight

The boy looked in his lunchbox at the little that he had

He wasn’t sure what good it’d do, there were thousands to be fed

But he saw the twinkling eyes of Jesus

The kindness in His smile

And the boy cried out

With the trust of a child

he said:

“Take my five loaves and two fishes

Do with it as You will

I surrender

Take my fears and my inhibitions

All my burdens, my ambitions

You can use it all to feed them all”

I often think about that boy when I’m feeling small

And I worry that the work I do means nothing at all

But every single tear I cry is a diamond in His hands

And every door that slams in my face, I will offer up in prayer

So I’ll give You every breath that I have

Oh Lord, You can work miracles

All that You need is my “Amen”

So take my five loaves and two fishes

Do with it as You will

I surrender

Take my fears and my inhibitions

All my burdens, my ambitions

You can use it all

I hope it’s not too small

I trust in You

I trust in You

So take my five loaves and two fishes

Do with it as You will

I surrender

Take my fears and my inhibitions

All my burdens, my ambitions

You can use it all

No gift is too small

——————————————————————————————————————————————————————————————————–

Mata saya berkaca-kaca ketika pertama kali mendengar lagu ini..

Karena isinya benar-benar menguatkan saya. Jujur saja, saya memang selalu merasa “the work I do means nothing at all”.

Lagu ini membuat saya mengerti bahwa Tuhan perduli pada saya.

Semoga lagu ini juga bisa membuat anda dikuatkan…

Link ke lagu : imeem , Myspace

Btw, sebenarnya ada sebuah ketidaksesuaian dengan ayat Alkitab pada judul lagu ini. Yaitu, di Alkitab fish dlm bentuk plural tetap fish, bukan fishes (John 6:9, Luke 9:16, Mark 6:41, Matthew 14:17). Bukan berarti Alkitab salah atau Corrinne salah, tetapi memang bentuk plural fish ada yang fishes dan fish di kamus-kamus yang berbeda (seperti plural cactus= ada yang cacti dan ada yang cactuses).

Advertisements

The Answer (lyric)

The Answer

[by: Corrinne May]

Candle

I believe You are the answer to every tear I’ve cried

I believe that You are with me,

My rising and my light.

{Reff 1}

Give me strength when I am weary

Give me hope when I can’t see

Through the crosses I must carry

Lord, bind my heart to thee

{Reff 2}

That when all my days are over

and all my chores are done,

I may see Your risen Glory

Forever where You are.

(Repeat Reff 1&2)

—————————————————————————————————————————————————————————————————–

Lagu ini seperti doa..

Lagu ini mengetuk hati saya..

Semoga anda pun bisa merasakan hal yang sama ketika mendengar lagu ini.

Anda bisa mendengarnya di link: imeem , Myspace

Selamat Natal dan Tahun Baru !

photofunia_172291b

Selamat Natal !

Semoga damai sejahtera bersama anda.

Jangan berpikir bahwa kelahiran Kristus adalah sebuah hari perayaan umat Kristen. Karena Kristus datang ke dunia demi menyelamatkan seluruh umat manusia.

Btw, bagi umat Kristen (Katolik, Protestan, Pentakosta, all the same..) apakah anda menyadari bahwa perayaan Natal tahun 2008 ini lebih sederhana, tidak mewah, tetapi lebih khidmat dan lebih spiritual? Atau hanya saya yang merasakannya?

Menyongsong 2009

The You of yesterday and the You of today joining together will  become the You of tomorrow. Don’t forget who you are.

Live today, and smile tomorrow.

If you live life to the fullest, look forward to tomorrow, things will work out. Nankurunaisa!

Itulah quote dari anime Blood+, salah satu anime yang saya suka.

Nankurunaisa berarti semuanya akan baik-baik saja.

Sekalipun banyak kabar-kabar yang meresahkan dan membuat kita khawatir, sekalipun keadaan ekonomi sedang sulit, sekalipun dunia sedang bergejolak dengan perang, kerusuhan, ancaman, dan terror, janganlah khawatir!

Karena masa depan bagaikan hadiah yang dibungkus rapi penuh misteri. Tidak ada yang tahu isinya. Dan memang tidak boleh tahu! Kalau dibuka sebelum waktunya, atau dirobek sedikit dan diintip, where’s the fun, dude?!

Tidak perlu menerka-nerka atau cari peramal. Whatever will be, just face it!

Musibah? Perang? Kerusuhan? Kemiskinan? Sikat aja, bleh!

Nankurunaisa!

Don’t worry be happy!

The Day of Separation

The Day of Separation

The time has come!crying
The time has come!
Wake up, and prepare!


Wake up!
Children of fate, wake up!
Your rest is gone
Prepare yourself and get ready to run


Run, my children, run!
The darkness is coming
And they come to get you

So run, and don’t look back!


It is your destiny
It is your fate

The future is in your hand


Find the light of truth
The fiery truth that will burn all lies

The blinding light that will dissolve all dark

Farewell, my sweet children…

The day has died

We can guide you no more

You must choose your own path now

There is no time for tears

You are our only hope


Do not cry

’cause we will live in your heart


Farewell, my precious children…

Farewell…

[Inspired by: Liberi Fatali]

A Favor to Ask

Dear Friend…

How are you today, my friend?
I miss you so much
How long has it been
Since the last time we met?

Well, time goes by
and season changes
but the thing I afraid the most
is our memories fade away

Distance separated us far away
Harshness of this world makes us forget to remember
and time washes our memories slowly but sure
I wonder, will it wash our friendship as well?

I am afraid you will forget about me
but I’m more terrified to imagine
that I will forget you as well
We might gonna be strangers to each other someday

My friend, it might be hard…
but I want to ask you a favor
I want you to remember my existence
And I’ll remember yours as well

Please…

That’s it, That’s all…

Farewell…

Corrinne May

corrinne-may-the-giftPernah dengar penyanyi yang namanya Corrinne May? Mungkin tidak.

Ya, dia tidak terlalu terkenal di Indonesia. Saya sendiri tidak mengetahui siapa dia sampai sekitar 2 minggu lalu saat saya sedang mencari lagu natal di Imeem, lalu dipertemukanlah saya dengan suara merdu wanita Asia ini.

Saya masih ingat, lagu pertama yang telinga ini dengar adalah “Silent Night” dari album “the Gift” yang ia nyanyikan. Dan sejak saat itu, keindahan suara Corrinne tidak bisa saya lupakan.

Corrinne May, dengan nama lahir Corrinne Foo May Ying, adalah seorang penyanyi dan penulis lagu berdarah Singapura. Lahir pada tanggal 19January 1973, ia dinamakan seperti judul lagu favorit ibunya “Corinna Corinna“. Ia dibesarkan di Singapura dan kemudian melanjutkan studinya ke Los Angeles, Amerika. Di sanalah ia menapakkan kakinya ke anak tangga pertama dalam mencapai impiannya menjadi bintang.

Corrinne ikut menulis lagu (co-wrote) “If You Didn’t Love Me” bersama penulis lagu ternama Carole King and Carole Bayer Sager dalam sebuah lomba penulisan lagu Tonos.com. Lagu itu kemudian dimasukkan dalam album debutnya. Corrinne terus menulis lagu dan perlahan-lahan menjadi populer, sampai pada tahun 2005 ia kemudian dikenal hampir ke seluruh Singapura. Ia kemudian berhasil menggelar konser pada tahun 2006 di Singapura.

Corrinne May sering sekali menggunakan piano, gitar, dan harpa dalam menyusun melodi dalam lagu-lagunya. Dan satu hal yang saya perhatikan, adalah bahwa Corrinne tidak begitu suka terlalu banyak alat musik mendominasi dan menjadi terlalu berisik dalam melodinya. Lagu-lagu yang ia hasilkan sebagian besar hanya ditemani alunan piano solo, alunan piano dan petikan harpa, gitar akustik, percampuran ketiganya, atau orkes klasik, tetapi bukan berarti tidak ada lagunya yang menggunakan drum,bass dan gitar listrik. Dan selalu saja yang menjadi tokoh utama lagunya adalah suaranya yang halus dan lembut bagaikan nyanyian malaikat, sedangkan suara-suara alat musik hanyalah sebagai setting latar belakang dan pemeran pembantu dalam menciptakan harmoni musik yang indah. Lagunya bervariasi dari lagu slow yang bernada sedih sampai lagu riang yang ceria.

Meskipun begitu, harus diakui bahwa ketenaran Diva ini tidak mencapai taraf internasional. Tetapi itu bukan menjadi masalah bagi saya. Meskipun hanya sedikit orang yang mengetahui dan menggemari lagu wanita ini, saya tetap menyukai dia ^_^.

Akhir kata, tujuan saya mengetik artikel ini agar anda juga bisa saya perkenalkan dengan suara lembut memanjakan telinga yang keluar dari mulut seorang Corrinne May dan kemudian tertarik untuk mendengar suaranya lebih lagi. Saya benar-benar berharap Corrinne May bisa terkenal di Indonesia dan saya memiliki banyak teman sebagai fans Corrinne nantinya.   : )

(link ke lagu yang paling saya favoritkan [click and hear it please!]: Hark! The Herald Angels Sing)


Quote yang bagus…

Kemarin gw sewa komik dari tempat penyewaan komik setempat bernama Citra Library. Gw pinjem 20th Century Boy nomor 20,21,22, Comic Bomber nomor 7, dan Crayon Sinchan 38 dengan harga dua ribu perak per komik.

Jujur aja, waktu itu gw agak kecewa karena sudah 2 bulan gw ga dateng dan ternyata 20th Century Boy belum nambah 1 volumepun dari saat terakhir gw dateng. Padahal, rencananya dulu itu gw ga pinjem 3 volume itu karena gw mau 5 volume langsung.

Ternyata setelah gw baca, gw ngerti kenapa ga nambah lagi…

Nomor 22 udah tamat.

Huaaaa…..mengharukan….

Umat manusia akhirnya menang.

Tapi, huaaaa lagi….

Endingnya sangat menggantung dan tidak membuka tirai misteri yang menyelubungi serial manga ini dari awal sampai akhir. Akhir hayat tokoh antagonispun tidak jelas. Maklum, buku-buku karya Urasawa Naoki memang penuh misteri dan alur ceritanya bolak-balik membingungkan. Biasanya, misteri-misteri masa lalu tokoh-tokoh penting akan si Naoki ungkapkan di bagian akhir, dan memang gw udah sangat menantikan hal itu. Tapi, ternyata…si Naoki berkehendak lain.

Tapi ada satu quote yang gw inget terus dari volume 22.

begini dialognya:

(2oth Century Boy volume 22, Urasawa Naoki, Level Comics){Cerita5 halaman 82}

Kiriko: Kalau ingin menyelamatkan orang meskipun hanya seorang…

Pertama…

Kau harus hidup!

Entah kenapa kata-kata ini menggetarkan hati gw. Ga tau kenapa.

Rasanya seperti, termotivasi…

Dan gw ga bisa lupa.

Bagaimana dengan kalian yang sudah membaca 20th Century Boy lainnya? Kalian merasakannya juga?